Wasiat Nabi Tentang Waktu Dhuha

Shalat Dhuha adalah salah satu jenis shalat sunnah dan kita melakukannya pada waktu Dhuha. Keutamaan dari salah satu wasiat Nabi Muhammad SAW ini termasuk meneguhkan hati, mengubah hidup, dan banyak lainnya yang akan dijabarkan dalam artikel ini.

Shalat ini dapat dikerjakan minimal dua rakaat, sedang maksimal rekaat sebagaimana pendapat Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syaikh Ibnu Baz, dan Ibnu Jarir Ath-Thabari, tidak dibatasi. Anda bisa melaksanakannya sebelum berangkat kerja, sekolah atau kuliah. Meluangkan waktu beberapa menit untuk menumbuhkan kebiasaan shalat dhuha sangat bermanfaat bagi kita di dunia dan akhirat.

Kapan itu Waktu Dhuha?

Waktu Dhuha adalah ketika matahari telah terbit dan meninggi setinggi tombak sampai beberapa menit menjelang waktu shalat fardhu Zuhur. Beberapa ahli mengatakan sekitar pukul 07.00 hingga 11.00. Meskipun, hal tersebut tidak mutlak karena posisi matahari di setiap daerah berbeda-beda yang mempengaruhi waktu dhuha.

Dari ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kerjakan shalat shubuh kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim, no. 832).

wasiat Nabi

Wasiat Nabi Tentang Waktu Dhuha

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kekasihku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mewasiatkan kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari, no. 1178 dan Muslim, no. 721)

Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan sholat Dhuha sangat luas dan sangat besar manfaatnya bagi mereka yang menerapkan kebiasaan sholatnya setiap hari. Beberapa diantaranya adalah:

Dosanya Diampuni

Allah SWT akan memberikan ampunan pada umat-Nya yang melaksanakan sholat sunnah Dhuha. Ini seperti yang tertuang dalam hadist Rasulullah pada riwayat Tirmidzi,

“Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.”

Dicukupkan Rezekinya

Pada hadits lainnya,  Rasulullah bersabda bahwa Allah menjanjikan tercukupinya kebutuhan seseorang yang mengerjakan shalat empat rekaat pada permulaan siang.

Dalam hadits riwayat Turmudzi, Rasulullah SAW bersabda,  “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam, bersholat lah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan siang, niscaya akan Aku cukupi kebutuhannmu pada sore harinya.”

Sedekah Bagi Seluruh Tubuh

Hadits berikut ini menekankan status dan keutamaan wasiat Nabi yang satu ini, dimana dua rakaatnya yang dilaksanakan cukum untuk menggantikan sedekah atas nama setiap sendi pada tubuh dan tanda syukur yang tulus kepada Allah SWT.

“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan salat dhuha sebanyak dua raka’at” (HR. Muslim no. 720).

Kesimpulannya shalat Dhuha merupakan salah satu wasiat Nabi yang memiliki manfaat dan keutamaan yang begitu besar. Maka dari itu, membiasakan untuk mengerjakan shalat ini akan senantiasa mendekatkan diri Anda dengan Allah SWT.

Anda juga dapat berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah Umrah bersama Retali. Hubungi Retali melalui website dan temukan berbagai penawaran menarik. Ikuti pula @retaliumrah.id di Instagram untuk informasi menarik seputar Haji dan Umrah.