Umroh Sunnah atau Wajib? Cek Penjelasannya!

Sebagai salah satu bentuk ibadah mahdhah. Umroh menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat dikatakan lebih fleksibel dan mudah untuk dijalankan jika dibandingkan dengan haji. Ibadah haji sendiri, sejatinya dinilai membutuhkan dana yang lebih besar, waktu yang lebih lama. Dimana hal ini, cukup berbeda jika dibandingkan dengan umroh. Pada artikel kali ini, hukum pelaksanaan umroh Sunnah atau wajibnya akan dibahas secara tuntas.

Lantas, apa saja sejumlah pembahasan mengenai pelaksanaan ibadah umroh ini? Berikut adalah penjelasannya.

Pembagian Hukum Melaksanakan Umroh

Pada hakikatnya, pada ulama membagi hukum pelaksanaan umroh ini ke dalam dua bagian. Diantaranya adalah hukum pelaksanaan wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Dan Sunnah atau mustashab.

Dalam pelaksanaan haji sendiri, Allah Subhanahu wa ta’ala, menerangkan dalam QS. Ali Imran ayat 97 mengenai kewajiban seorang muslim yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Dimana mampu yang dimaksud disini, adalah mampu secara lahir maupun batin. Baik secara material, jasmani, rohani, dan lain sebagainya.

Hukum pelaksanaan umroh wajib bagi yang mampu setidaknya sekali dalam seumur hidup

Pendapat pertama yang hadir dari kalangan alim ulama adalah pelaksanaan umroh sekali seumur hidup bagi yang mampu. Dimana seperti yang telah disebutkan seperti di atas, sebagai ibadah yang lebih ringan dan dapat dijalankan lebih fleksibel. Pelaksanaan umroh tentunya dapat lebih mudah ditunaikan.

Oleh karena itu, ketika seorang muslim telah mampu baik secara lahir dan batin dalam melaksanakan umroh. Maka ia wajib, menunaikan ibadah tersebut, dan menjalankan berbagai syariat yang telah ditetapkan di dalamnya.

Pada QS. Al Baqarah ayat 196 Allah berfirman untuk menyempurnakan ibadah haji dan umroh karena Allah. Dimana ayat ini menjelaskan umroh dan haji sebagai kesatuan yang berdampingan satu sama lain. Yang artinya, kedua ibadah ini dapat diartikan sebagai kesatuan ibadah mahdah yang wajib dijalankan sekali seumur hidup layaknya umroh.

Demikian pula dengan hadits riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar, bahwa kegiatan haji dan umroh wajib dilaksanakan oleh kaum Muslim.

Ibadah umroh Sunnah untuk dilakukan

Setelahnya, hukum pelaksanaan umroh juga dikatakan Sunnah untuk dijalankan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Dimana hukum Sunnah dijalankannya ibadah umroh berlaku atas dasar belum mampunya seorang muslim dalam melaksanakan ibadah tersebut, atau untuk melaksanakan umroh lebih dari satu kali.

Karena, jika melihat fatwa sebagian besar ulama, pelaksanaan umroh Sunnah ini sejatinya menjadi wajib ketika segala sesuatu layaknya syarat dan ketentuan, telah terpenuhi dengan baik dan sesuai.

Oleh karena itu, hendaknya ketika Anda telah memiliki kemampuan dan keinginan yang kuat untuk menjalankan ibadah umroh, segerakanlah diri untuk menjalankan ibadah tersebut. Persiapkanlah diri Anda dengan matang seraya membekali diri dengan ketakwaan dan keimanan yang besar terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala.

Maka dari itu, Untuk perjalanan suci yang nyaman dan aman Anda dapat bergabung bersama Retali. Informasi selengkapnya dapat Anda telusuri melalui halaman website Retali.

Ikuti Instagram @retaliumroh.id untuk update kabar terkini seputar haji dan umroh serta wisata halal. Wujudkan impian Anda ke tanah suci bersama Retali, ibadah nyaman sesuai Sunnah dan terjangkau.