Umroh Berapa Hari Seharusnya? Simak Ulasannya

Umroh Berapa Hari?

Umbroh berapa hari banya ditanyakan oleh umat islam. Padahal, waktu pelaksanaan ibadah umrah cukup bervariasi. Ada perjalanan yang 9 hari. Namun, waktu tempuhnya hingga 12 hari. Umroh berapa hari tergantung dari biro perjalanan umrah mana yang Anda pilih. Nah untuk penjelasan lengkap tentang ibadah umrah baca artikel ini sampai selesai ya.

Seperti yang sudah disinggung, soal berapa hari sampai pelaksanaan umrah tergantung dari biro perjalanan yang dipilih dan juga menyesuaikan harga paket umrah yang ditawarkan. Semakin lama umrah, semakin tinggi biayanya.

Rangkaian ibadah umrah selama 9-12 hari disesuaikan dengan rukun ibadah umrah dan syariat Islam. Jadi Anda tidak perlu khawati. Pasalnya, biro perjalanan umrah biasanya sudah bekerja sama dengan pemerintah Saudi dalam menunaikan ibadah umrah

Baca Juga: Berkali-kali Umrah dalam Sekali Safar

Beberapa saudara kita yang berasal dari Indonesia karena berada di Tanah Suci beberapa kali menggunakan waktu ini untuk menunaikan umrah berapa kali. Umrah wajib pertama baginya. Umrah kedua untuk orang tuanya. Umrah ketiga untuk orang lain. Tentu saja, semuanya harus ditelusuri kembali ke dalil. Kita tidak bisa ibadah sembarangan.

Dalil Umroh

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin ditanya, “Sebagian orang datang dari negeri yang jauh untuk melaksanakan umrah di Makkah. Mereka melaksanakan umrah, lalu bertahallul. Kemudian setelah itu mereka keluar ke Tan’im, lantas menunaikan umrah kembali. Maksudnya, dalam sekali safar melakukan melakukan umrah berapa hari. Bagaimana hukum hal ini?”

Beliau rahimahullah menjawab, “Barakallahu fiik, perbuatan termasuk amalan yang dibuat-buat (tanpa ada dalil). Karena kita telah mengetahui bahwa tidak ada yang lebih semangat dalam ibadah dari Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan para sahabat. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana kita ketahui bersama ketika Fathul Makkah di akhir Ramadhan, beliau berdiam di Makkah selama 19 hari. Ketika itu beliau tidak keluar menuju Tan’im untuk berihram umrah. Demikian para sahabat tidak melakukan demikian. Oleh karenanya, berkali-kali berumrah dan satu safar termasuk amalan yang mengada-ada.” [Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 28: 121][1]

Baca Juga: Tata Cara Umroh Lengkap Seperti Diajarkan Rasulullah SAW

umroh berapa hari
umroh berapa hari

Thowaf pada saat Umroh

Dalam lanjutan fatwa tersebut, beliau rahimahullah mengatakan, “Jika engkau ingin mendapatkan ganjaran, melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah itu lebih baik untukmu daripada engkau mesti keluar ke Tan’im. Kemudian kami juga katakan bahwa saran untuk memperbanyak thowaf tadi jika bukan pada musim haji. Jika pada musim haji, maka cukup bagimu dengan thowaf di awal. Berilah kesempatan pada yang lain untuk melakukan thowaf keliling Ka’bah.

Karena kita dapati sendiri bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa umrahnya tidaklah melakukan thowaf berulang kali. Beliau pun tidak keluar menuju Tan’im untuk melakukan umrah lagi. Ketika haji wada’ (haji terakhir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang beliau lakukan hanyalah thowaf manasik yaitu thowaf qudum, thowaf ifadhoh dan thowaf wada’.

Kita pun mengakui bahwa kita masih kalah semangat dibanding beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Oleh karenanya kami sarankan, jangan mempersusah dirimu sendiri. Cukupkan dengan umrah pertama (sekali umrah dalam satu safar). Jika engkau ingin meninggalkan Makkah, lakukanlah thowaf wada’. Walhamdu lillah.[2]

Baca Juga: Paket Umrah Retail Umrah Plus CIty Tour Dubai

Memperbanyak Umrah

Syaikh Sholih Al Munajjid berkata, “Tidaklah disunnahkan dan tidak pula termasuk petunjuk salaf mengulangi umrah dalam sekali safar baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Asalnya, satu umrah dilakukan dalam satu safar. Barangsiapa yang bersafar untuk umrah, maka tunaikanlah satu umrah dalam safar tersebut. Tidak disyari’atkan untuk mengulang beberapa umrah dalam sekali safar. Kecuali jika seseorang keluar dari Makkah untuk bersafar lantas kembali lagi ke Makkah, ketika itu baru ia bisa melakukan umrah yang lain.” [Fatawa Al Islam Sual wal Jawab no. 134276][3]

Al-‘Allamah Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah dalam Al-Minhaj Al-Qawim berkata,

يسنُّ الإكثار من العمرة، ولو في اليوم الواحد؛ إذ هي أفضل من الطواف على المعتمد

“Disunnahkan memperbanyak umrah walaupun dalam satu hari. Amalan tersebut lebih afdal daripada memperbanyak thawaf. Demikian pendapat mu’tamad (pendapat resmi dalam madzhab Syafii).”

Baca Juga: Paket Umrah Retail Umrah Cerdas