Umrah Sebelum Haji Seperti Apa Hukumnya?

Berkunjung ke kota suci Mekkah untuk melakukan ibadah Haji dan Umrah adalah impian setiap Muslim. Namun, seringkali terjadi kebingungan di antara umat tentang dua ibadah tersebut. Salah satunya adalah hukum melakukan Umrah sebelum Haji.

Umrah sendiri sering disebut Haji kecil yang bisa dilakukan kapan saja, kecuali hari Arafah. Amalan umrah diawali dengan niat ihram, tawaf, yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah dengan gerakan berlawanan arah jarum jam sebanyak tujuh kali, dimulai dan diakhiri di batu hitam sambil mengucapkan Allahu Akbar. 

Dilanjutkan dengan sa’i yakni berjalan dan berlari di antara dua bukit Safa dan Marwa tujuh kali dan diakhiri dengan tahallul di mana pria mencukur rambut mereka dan wanita memotong sebagian rambut mereka. 

Berbeda dengan umroh, Haji dilakukan setahun sekali dan pada bulan Zulhijah. Lalu apa hukum hukum melakukan Umrah sebelum Haji ?

Umrah Sebelum Haji

Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berecerita,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan umrah sebanyak 4 kali, umrah Hudaibiyah, umrah Qadha` di bulan Dzulqa’dah setahun setelah Hudaibiyah, umrah ketiga dari Ji’ranah, dan keempat, umrah bersama dengan pelaksanaan haji beliau.” (HR. Ahmad 2249, Abu Daud 1995 dan dishahihkan Syu’aib al-Arnauth).

Umrah Hudhaibiyah

Nabi Muhammad melaksanakannya pada tahun 6 H. Ketika hendak melaksanakan Umrah, Nabi dan para sahabat dihadang oleh bani Quraisy. Ini membuat beliau hanya dapat sampai di Hudaibiyah dan kemudian mengadakan perjanjian Hudaibiyah.

Umrah Qadha

Umrah Qadha dilakukan pada tahun 7H. Pada Umrah kali ini, beliau memerintahkan para sahabatnya yang  ikut dalam Umrah Hudaibiyah ikut pada umrah kedua ini. 

Umrah dari Ji’ranah

Nabi melaksanakan ibadah Umrah yang ketiga ini setelah mengalahkan Thaif dalam perang Hunain. Usai membagi ghanimah di Ji’ranah, beliau berangkat menuju Mekah untuk melaksanakan Umrah. 

Umrah Bersama Dengan Haji

Pada kesempatan keempat di tahun 10H, Nabi Muhammad SAW melaksanakan Umrah bersama dengan ibadah Haji.

Nah, berdasarkan riwayat di atas serta pendapat para ulama, maka kesimpulannya hukum melaksanakan Umrah sebelum Haji diperbolehkan. Hal ini karena Nabi pernah melaksanakan ibadah Umrah sebelum Berhaji.

Meski demikian, perlu ditekankan bahwa Umrah tak menggugurkan kewajiban untuk Berhaji. Haji adalah ibadah wajib bagi muslim yang mampu sekalipun telah Umrah berulang kali.

Hikmah Melaksanakan Ibadah Umrah Sebelum Haji

Jika Anda memutuskan untuk melakukan Umrah sebelum Haji maka Anda akan mendapatkan hikmah penting. Salah satunya adalah mendapatkan gambaran langsung kondisi dan situasi di Kota Mekah. Hal ini akan membuat Anda lebih siap ketika melakukan ibadah Haji.

Sebagai seorang manusia mungkin kita banyak melakukan perbuatan dosa, bahkan kadang tanpa menyadarinya. Hal inilah yang mengakibatkan melemahnya iman kita. Namun, ketika pergi untuk melakukan Umrah dengan niat yang murni dan benar, setiap langkah dalam perjalanan akan mampu memperkuat Iman dan mendekatkan kita kepada Allah SWT. 

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW berkata, 

“Suatu umroh kepada umroh yang lain adalah kafarrah (menghapuskan dosa) di antara keduanya dan haji yang mabrur (diterima) itu tidak ada balasan baginya selain surga.” 

Dari penjelasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa Umrah sebelum Haji merupakan hal yang diperbolehkan. Jika Anda memiliki rencana untuk berangkat Umrah, pastikan Anda mengkonsultasikan rencana Anda dengan Retali. Sebagai travel Umrah terpercaya, Retali yang bisa ditemukan di Instagram dengan akun @retaliumrah.id akan memenuhi semua kebutuhan Anda.