Tips Haji agar Tidak Tersesat di Masjidil Haram

Tips Haji — Tak jarang seringkali kita mendengar beberapa kasus mengenai jemaah haji yang hilang karena tersesat. Alasannya pun dapat dikatakan beragam. Namun, antisipasi yang paling umum dijumpai adalah karena tertinggal dengan rombongan. Sebenarnya, hal tersebut sangat wajar untuk terjadi. Karena sebagian besar jamaah haji sebenarnya adalah pendatang yang baru saja memijakkan kaki ke tanah suci.

Tak heran, begitu banyak jamaah yang merasa kebingungan karena tidak mengenali betul posisi Masjidil haram, dan melihat begitu banyaknya pintu masuk yang berbentuk sama.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan tips haji yang penting untuk dipahami dan diterapkan dengan baik oleh para jemaah haji itu sendiri. Lantas, apa saja sejumlah tips haji untuk menghindari resiko tersesat dan lain sebagainya? Berikut adalah pembahasannya.

Datang Lebih Awal 

Tips haji yang pertama yang dapat Anda terapkan ialah datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan. Selain dapat menghindari keterlambatan, jemaah haji juga dapat memperkecil resiko tersesat di Masjidil Haram maupun masjid Nabawi.

Sangat disarankan, untuk para jemaah tidak pergi meninggalkan rombongan dan menghindari pergi sendirian. Terlebih lagi bagi para jemaah yang telah memasuki usia lanjut.

Mengingat Lokasi Titik Kumpul

Jika ingin berpisah dengan rombongan, terlebih dahulu jemaah perlu menyepakati dan mengingat lokasi titik kumpul yang sebelumnya telah ditentukan. Dengan ini, jemaah dapat mulai dengan mengingat nomor pintu yang tersedia dan tidak menjauh dari area masjid.

Menggunakan Tanda Pengenal 

Tips haji berikutnya adalah menggunakan tanda pengenal. Dimana tanda pengenal disini berperan penting bagi jemaah haji yang umumnya merupakan pendatang. Sebab, ketika seorang jemaah menggunakan tanda pengenal, nantinya ia dapat dengan mudah dikenali dan dapat dituntun untuk menemukan jalan pulang.

Mengenali Tanda Penting yang Terdapat Pada Pondokan Haji

Hendaknya, jemaah haji perlu mengenali tanda-tanda penting yang terdapat di pondokan dan area sekitar. Perlu dicatat pula informasi penting seperti nama dan nomor telepon ketua rombongan, kepala kloter, dan orang-orang lain yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan haji tersebut.

Dengan banyaknya jemaah lanjut usia, mereka mungkin seringkali lupa dengan tanda-tanda milik pondokan atau rombongan setempat. Maka dari itu, kartu pengenal merupakan komponen penting yang tidak boleh tertinggal.

Membawa Uang Secukupnya dan Melengkapi Identitas 

Tips haji yang berikutnya dapat dilakukan adalah membawa uang secukupnya dan melengkapi identitas. Memang tidak ada salahnya membawa uang untuk keperluan mendesak dan lain sebagainya. Namun, penting untuk diperhatikan berbagai resiko dan dampaknya. Maka dari itu, dalam menunaikan ibadah haji ada baiknya Anda membawa uang secukupnya saja.

Kemudian, langkah antisipasi yang dapat dibentuk oleh jemaah haji berikutnya adalah melengkapi sejumlah identitas pribadi untuk kemudian mudah ditemukan saat tersesat, dan dapat dikenali.

itulah  sejumlah penjelasan mengenai berbagai tips haji yang dapat penulis jelaskan. Semoga Allah senantiasa memberikan keridhoan untuk mendekatkan diri dan bertakwa kepada-Nya.

Jika Anda yang mempunyai rencana untuk menunaikan ibadah Umrah, jangan segan untuk berkonsultasi dengan Retali. Ikuti @retaliumrah.id di Instagram untuk informasi lebih lanjut