Syarat Wajib Umrah dan Haji yang Harus Diketahui

Haji dan Umrah mekan bentuk ibadah yang memiliki begitu banyak keutamaan dan keistimewaan di dalamnya. Dalam pelaksanaannya, dapat dijumpai serba-serbi umrah dan haji baik berupa hukum, rukun, sampai syarat wajib umrah dan haji itu sendiri

Pada artikel ini, akan dibahas sejumlah serba-serbi mengenai pelaksanaan ibadah umrah maupun haji. Dimana hal ini, sejatinya penting untuk diketahui oleh seorang muslim sebagai bekal yang matang dalam menunaikan ibadah haji.

Lantas, apa saja sejumlah pembahasan mengenai pelaksanaan ibadah haji dan umrah? Berikut ini adalah penjelasannya.

Hukum Menunaikan Haji dan Umrah

Sebelum membahas lebih lanjut, terlebih dahulu hal yang penting untuk dipahami adalah hukum pelaksanaan ibadah umrah dan haji itu sendiri. Yang mana hal tersebut berperan sebagai dasar penetapan ibadah haji atau umrah.

Mengingat, ibadah haji sendiri merupakan rukun Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, puasa, dan zakat.

Hukum Menunaikan Umrah

Sebelum memahami syarat wajib yang terdapat dalam umrah maupun haji. Ada baiknya kita mengenai  Dapat dijumpai sejumlah hal mendasar dalam ibadah itu sendiri. Diantaranya, pemahaman yang perlu dibentuk pertama kali adalah mengenai hukum menunaikan ibadah umrah maupun haji.

Untuk hukum menunaikan umrah sendiri, dapat dijumpai sejumlah perbedaan pendapat ulama. Antara lain pendapat tersebut muncul dari Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat hukumnya wajib bagi yang mampu. Dan Ulama Malikiyah dan Hanafiyah berpendapat hukumnya sunnah. Pendapat yang rajih, umrah hukumnya wajib bagi yang mampu.

Pada hakikatnya pelaksanaan umrah dapat dilakukan bergandengan dengan ibadah haji. Sebagaimana dengan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

رَسَوْلَ اللهِ، هَلْ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ؟ قَالَ: جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيْهِ، اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ.

“Wahai Rasulullah, apakah ada jihad bagi wanita?” Beliau menjawab, “Bagi mereka ada jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah” (HR. Ibnu Majah)

Hukum Menunaikan Haji

Berikutnya adalah mengenai hukum menunaikan haji. Sebagai salah satu rukun Islam yang berada dalam urutan ke lima. Dalam hal ini, seluruh ulama sepakat bahwa haji hukumnya adalah wajib a’in bagi yang mampu, setidaknya untuk sekali dalam seumur hidup.

Maka dari itu, beberapa ulama yang menganggap kafirnya seseorang yang tidak menunaikan haji padahal ia merupakan orang yang mampu.

Tentunya, mampu yang dimaksud disini adalah mampu secara keseluruhan, yakni lahir maupun batin. Maka dari itu, ibadah haji maupun umrah penting untuk disiapkan secara baik dan matang.

Syarat Wajib Umrah dan Haji

Setelah meninjau dan memahami sejumlah Pemahaman mendasar mengenai hukum pelaksanaan umrah dan haji. Pada bagian ini, akan dibahas berbagai syarat wajib yang berlaku dalam pelaksanaan umrah maupun haji.

Berbagai syarat yang berlaku agar seseorang dikatakan telah dijatuhkan oleh kewajiban, dapat disebut sebagai syarat wajib. Dan syarat wajib yang berlaku pada kedua ibadah ini dapat dikatakan sama. 

Diantaranya, syarat wajib umrah dan haji yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  • Beragama Islam
  • Berakal, bukan orang gila
  • Baligh, bukan anak kecil yang belum baligh
  • Merdeka, bukan hamba sahaya
  • Mampu baik secara harta, dalam melakukan perjalanan, secara fisik, dan keamanan dalam perjalanan.

Nah, itulah dia sejumlah penjelasan mendasar serta berbagai  syarat wajib umrah dan haji yang dapat penulis paparkan. Semoga Allah senantiasa memberikan keridhoan untuk mendekatkan diri dan bertakwa kepada-Nya.

Jika Anda yang mempunyai rencana untuk menunaikan ibadah Umrah, jangan segan untuk berkonsultasi dengan Retali. Ikuti @retaliumrah.id di Instagram untuk informasi lebih lanjut