Syarat Thawaf Ifadhah yang Harus Dilakukan

Umrah Sebelum Haji

Menjadi salah satu rukun dalam pelaksanaan haji maupun umrah, thawaf Ifadhah menjadi bentuk rangkaian ibadah haji yang perlu dipahami dengan baik dan benar. Adapun sejumlah syarat Thawaf Ifadhah yang wajib dipenuhi, guna berlangsungnya kegiatan thawaf yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Umumnya, thawaf Ifadhah juga disebut sebagai thawaf ziyaroh atau thawaf Fadh. Atau dapat pula dikatakan sebagai thawaf rukn. Artikel ini akan membahas sejumlah serba-serbi mengenai pelaksanaan thawaf Ifadhah, mulai dari definisi hingga syarat apa saja yang perlu dipenuhi. Lantas, apa saja syarat thawaf Ifadhah dan sejumlah serba-serbinya? Berikut adalah penjelasannya.

Pelaksanaan Thawaf Ifadhah

Thawaf Ifadhah merupakan bagian dari rukun haji. Thawaf ini dilaksanakan Setelah melakukan wukuf di ‘Arafah, menunaikan mabit di Muzdalifah, berikutnya ke Mina pada hari ied, setelahnya melakukan pelemparan jumroh, kemudian menunaikan nahr (melakukan penyembelihan) dan menggunduli kepala, maka kemudian jamaah haji akan mendatangi Makkah, untuk menunaikan thawaf keliling ka’bah, yakni thawaf ifadhah.

Peranan thawaf Ifadhah sebagai rukun dalam pelaksanaan haji, merupakan sebuah hal yang mutlak dan telah ditetapkan. Dimana perintah menjalankan thawaf Ifadhah telah tertuang dalam QS. Al Hajj : 29, dan hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Syarat Dilaksanakan Thawaf Ifadhah

Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi da diperhatikan sebelum menunaikan thawaf Ifadhah. Antara lain, syarat pelaksanaan thawaf Ifadhah sendiri diantaranya adalah :

  • Pelaksanaan Thawaf Ifadhah yang harus dilalui dengan ihram terlebih dahulu.
  • Thawaf Ifadhah diawali dengan melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
  • Berniat untuk thawaf, tetapi hal ini tidak harus dikhususkan sebagai niat untuk thawaf ifadhah. Dimana ini didasari dengan jumhur ulama, karena ia sudah berniat masuk dalam haji.
  • Thawaf Ifadhah dijalankan pada hari raya Idul Adha, tepatnya pada malam 10 Dzulhijjah.

Waktu pelaksanaan Thawaf Ifadhah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Thawaf Ifadhah dijalankan pada hari raya Idul Adha, tepatnya pada hari Nahr atau malam 10 Dzulhijjah. Dimana waktu pelaksanaan ini dikatakan lebih utama atau Afdhal.

Namun, menurut Imam Abu Hanifah Rahimahullah, pelaksanaan thawaf ifadhah sendiri diakhiri pada hari tasyriq. Jika thawaf tersebut dilakukan setelah hari tasyriq, maka ia tetap wajib menunaikan thawaf tersebut, dengan tetap ditambah adanya kewajiban membayar dam.

Sebagai bagian dari rukun haji, thawaf Ifadhah wajib dijalankan dan tidak dapat tergantikan, jadi hari benar-benar dilaksanakan.

Tata Cara Menunaikan Thawaf Ifadhah

Sebagaimana melakukan thawaf pada umumnya, thawaf ifadhah merupakan bentuk thawaf yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Dimana setiap putarannya merupakan rukun menurut jumhur sebagian besar ulama.

Disunnahkan dalam menjalankan thawaf Ifadhah untuk melakukan roml atau jalan dengan cepat dan memperpendek langkah) serta idh-thibaa’ yang dimaksud dengan membuka bagian pundak kanan, dimana ini berlaku bagi yang menunaikan sa’i setelahnya. Jika tidak, maka tidak disunnahkan.

Itulah sejumlah serba-serbi pelaksanaan thawaf Ifadhah. Jika Anda berminat menunaikan ibadah umrah. Maka, Anda dapat bergabung bersama Retali, yang akan membantu keberangkatan umrah Anda. Informasi selengkapnya dapat Anda telusuri melalui halaman website Retali.

Ikuti Instagram @retaliumrah.id untuk update kabar terkini seputar haji dan umrah serta wisata halal. Wujudkan impian Anda ke tanah suci bersama Retali, ibadah nyaman sesuai Sunnah dan terjangkau.