Sejarah Shalat Lima Waktu Pertama Diwajibkan

Bagi umat Islam, shalat lima waktu adalah salah satu kewajiban yang paling penting. Shalat adalah bentuk rasa syukur dan kesempatan untuk mencari ridho dan pengampunan-Nya. Namun, bagaimanakah sejarah shalat lima waktu pertama ?

Sebelum ada kewajiban shalat lima waktu, sesungguhnya Rasulullah SAW beserta para shahabatnya telah melaksanakan ibadah shalat. Namun ibadah shalat yang mereka lakukan belum seperti shalat 5 yang disyariatkan seperti dilakukan umat muslim hingga saat ini.

Sejarah shalat lima waktu

Sejarah Shalat Lima Waktu

Sejarah shalat lima waktu  berawal dari peristiwa Isra Mi’raj. Persitiwa tersebut dalam banyak catatan sejarah terjadi pada tanggal 27 Rajab tepatnya pada tahun ke-5 sebelum terjadinya peristiwa hijrah Nabi ke Madinah. 

Sebagaimana tertulis dalam hadis Nabawi berikut ini :

Dari Anas bin Malik RA. “Telah difardhukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat pada malam beliau diisra`kan 50 shalat. Kemudian dikurangi hingga tinggal 5 shalat saja. Lalu diserukan ,”Wahai Muhammad, perkataan itu tidak akan tergantikan. Dan dengan lima shalat ini sama bagi mu dengan 50 kali shalat”.(HR. Ahmad, An-Nasai dan dishahihkan oleh At-Tirmizi)

Sebagian ulama dari mazhab Al-Hanafiyah berpendapat bahwa perintah shalat lima waktu adalah pada malam mi’raj, namun pada tanggal 17 Ramadhan atau tepatnya 1,5 tahun sebelum hijrah Nabi ke Madinah.

Peristiwa Isra Mi’raj

Isra konteks ini mengacu pada perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari kota kelahirannya kelahirannya Mekah ke masjidil Aqsha di Yerusalem. Ini adalah bagian atau fase pertama dari perjalanan. 

Sementara Miraj adalah kata Arab yang berarti “tangga, untuk mengangkat, atau naik”. Dalam literatur Islam digunakan untuk menggambarkan perjalanan malam Nabi Muhammad yang menghadap Allah SWT di Surga. 

Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah SWT untuk naik ke surga. Perjalanan ini dilaksanakan dalam waktu sehari semalam mulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga akhirnya menembus 7 lapisan langit.

Namun, sejarah shalat lima waktu  tak terjadi begitu saja. Sebab, pada awalnya Allah SWT memerintahkan Nabi dan umatnya untuk shalat sebanyak 50 waktu. Pada langit ke enam tersebut kemudian diceritakan pada Nabi Musa AS seusai menghadap Allah SWT. 

Nabi Musa pun meminta Nabi Muhammad kembali menghadap Allah SWT untuk meminta keringanan. 

“Kembalilah kepada Rabbmu, lalu mintalah keringanan dari-Nya karena sesungguhnya umatmu niscaya tidak akan kuat dalam melaksanakannya, aku telah mencoba Bani Israel dan telah menguji mereka.” 

Rasulullah pun meminta keringanan kepada Allah SWT kemudian Allah memberikan keringanan. Begitu terus kejadiannya. Sampai Allah memberikan keringanan untuk melakukan shalat lima kali shalat. Namun Nabi Musa tetap menyarankan Nabi Muhammad untuk kembali meminta keringanan.

Kali ini Nabi Muhammad tidak kembali meminta keringanan namun menjawab :

“Aku telah berulang kali memohon keringanan kepada Rabb-ku, sampai aku merasa malu. Tetapi aku ridho dan menerima perintah tersebut“.

Beliau shallallahu’alaihi wa sallam melanjutkan, “Setelah aku melewati Musa, terdengarlah suara seruan : Telah Kusampaikan kewajiban (kalian) atasKu, dan Aku berikan keringanan untuk hamba-hambaKu“[4. HR. Bukhari (3887), dan Ahmad (17835)].

Itulah sejarah shalat lima waktu, semoga kita selalu bisa menjaga shalat kita hingga akhir hayat. Untuk Anda yang ingin melakukan perjalanan ke Baitullah untuk menunaikan ibadah Umrah, pastikan Anda menghubungi travel umrah terpercaya seperti Retali. Kunjungi @retaliumrah.id di Instagram dan dapatkan informasi lebih lanjut.