Sejarah Masjidil Aqsha dan Keistimewaannya

Keindahan serta ketenangan Masjidil Aqsha, sebuah tempat suci di Yerusalem, menarik ribuan pengunjung dari semua agama setiap tahun. Bagi umat Islam sejarah Masjidil Aqsha memiliki makna khusus, yakni dalam peristiwa Isra’ Mi’raj dan sebagai kiblat pertama.

Sepanjang sejarahnya, Masjidil Aqsha telah dikenal sebagai pusat tauhid dan rumah bagi banyak nabi. Masjid ini juga merupakan kiblat pertama dalam Islam sebelum berubah menjadi Ka’bah Suci di Makkah, Arab Saudi. 

Sejarah Masjidil Aqsha 

Awalnya, Masjidil Aqsha dibangun sebagai rumah ibadah kecil. Namun, direkonstruksi oleh Khalifah Umayyah Abd al-Malik dan putra kesayangannya al-Walid pada tahun 705 M. 

Sejarah Masjidil Aqsha terus berlanjut karena sejak zaman dahulu tempat tersebut menjadi simbol tak hanya imat Islam, namun juga Kristen dan Yahudi. Untuk umat Yahudi, Masjidil Aqsa adalah Bait Suci, sedang untuk umat Kristen ini adalah lokasi bersejarah tempat Ibrahim (Abraham) hendak menyembelih putranya Ishak. 

Selama Perang Salib pada tahun 1099, Masjid ini digunakan sebagai kompleks istana sampai direbut kembali pada tahun 1187 oleh Saladin atau Salahuddin Al Ayubi, Sultan pertama Suriah dan Mesir. 

Selepas itu, dibawah dinasti Ayyubiyah (Mulsim-Kurdi), Kesultanan Mamluk (meliputi Levant, Hijaz, dan Mesir), Kekaisaran Ottoman, Dewan Muslim Tertinggi, dan Yordania semuanya memerintahkan modifikasi dan perluasan masjid.

sejarah Masjidil Aqsha

Keutamaan Masjidil Aqsha

Masjid yang berdiri di Yerusalem ini selain memiliki banyak keutamaan, diantaranya :

Masjid Kedua yang Ada di Dunia

Diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, Nabi Muhammad berkata:

“Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha”. Aku bertanya lagi : “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Kemudian dimanapun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah, karena keutamaan ada padanya”. 

Masjid Tersuci Ketiga dalam Islam 

Masjid Al Aqsa adalah masjid paling suci ketiga dalam Islam. Arti penting Masjid Al-Aqsha sudah ada sejak zaman Nabi Adam. Kesucian Masjid ini telah disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW beberapa kali. 

Abu Darda meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad berkata, 

“Sholat di Makkah (Kabalah Suci) bernilai 1000.000 kali (pahala), shalat di Masjid (Madinah) saya bernilai 1.000 kali dan shalat di Tempat Suci Al-Aqsa bernilai 500 kali lipat lebih banyak daripada di tempat lain”. (Tabarani, Bayhaqi, Suyuti).

Keindahan Arsitektur Masjidil Aqsa 

Menurut sejarah Masjidil Aqsha telah mengalami perubahan arsitektur yang signifikan. Dibangun di atas sebidang tanah yang ditinggikan, fondasi Masjid ini didukung oleh lengkungan. 

Secara historis, renovasi pertama Masjidil Aqsa terjadi pada tahun 1992 yang menandai pula berdirinya Yayasan Umayyah. Mereka kemudian melestarikan drum dan lengkungan masjid di bagian dalam kubah utama dan mengganti dinding kayu selatan dengan pelat beton. 

Namun karena kerusakan akibat gempa, Masjid ini kembali direnovasi dimana struktur baru termasuk masjid berbentuk persegi panjang yang dalam 36 hektar tanah yang cukup menampung 5000 jamaah. 

Dome of Rock yang terinspirasi dari arsitektur Bizantium diganti dengan kayu berlapis enamel. Arcade baru dan kolom kecil dibangun di lorong Masjid dan interiornya disempurnakan dengan mosaik dari Al-Qur’an.

Dari sejarah Masjidil Aqsha diatas, kita bisa tahu bahwa masjid tersebut merupakan salah satu lokasi terpenting dalam sejarah Islam. Anda juga bisa menelusuri sejarah Islam lain termasuk ibadah Umrah bersama Retali. Kunjungi @retaliumrah.id di Instagram untuk mendapatkan info dan penawaran menarik.