Puasa Arafah Dikerjakan Setiap Tanggal Berapa?

Puasa arafah dikerjakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah dan hukumnya sunah bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji. Terdapat beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa puasa arafah sudah ada sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan wukuf di arafah.

Puasa Arafah Dikerjakan Setiap Tanggal Berapa?

Diantaranya, hadis riwayat Nasai dari salah satu istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَصُومُ تِسْعًا مِنْ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ

Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, senin pertama setiap bulan, dan dua kali kamis. (HR. Nasai 2429 dan dishahihkan al-Albani).

Kemudian, dalam hadis dari Maimunah Radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

Manusia ragu apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ketika hari arafah. Kemudian aku membawakan segelas susu ke tempat beliau wukuf. Lalu beliau meminumnya dan orang-orang melihatnya. (HR. Bukhari 1989 & Muslim 2692).

Baca juga: Puasa Arafah Sudah Ada Sebelum Ada Wukuf di Arafah?

Keterangan:

Para sahabat ragu apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ataukah tidak puasa, karena mereka meyakini bahwa hari itu adalah hari untuk puasa sunah Arafah. Sehingga mereka bertanya-tanya, apakah beliau ketika wukuf itu puasa ataukah tidak. Kemudian oleh Maimunah ditunjukkan bahwa beliau tidak puasa.

puasa arafah dikerjakan setiap tanggal
puasa arafah dikerjakan setiap tanggal

Seperti yang kita tahu dalam buku sejarah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan haji di tahun 10 Hijriyah, sementara beliau wafat bulan Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah. Artinya, bulan Dzulhijjah tahun 10 H, adalah Dzulhijjah terakhir yang beliau jumpai. Karena di tahun 11 H, beliau meninggal di awal tahun, di bulan ketiga (Rabiul Awal).

Baca juga: Waktu Pelaksanaan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijjah, Lengkap dengan Ketentuan dan Keutamanaannya

Puasa Arafah Dikerjakan Setiap Tanggal 9 Dzulhijjah

Sehingga para ulama memahami, hadis riwayat Nasai yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam rutin melakukan puasa tanggal 9 Dzulhijjah, itu terjadi sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan haji wada’.

Hukum puasa Arafah adalah sunah bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji. Ini artinya jika dilakukan akan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan maka tidak apa-apa dan tidak berdosa. Namun bagi yang sedang beribadah haji, disunahkan untuk tidak berpuasa.

Baca juga: Paket Umrah Retali Ibadah Sesuai Syariat dengan Izin Resmi

Dalilnya berdasarkan hadis dari Maimunah RA, ia berkata:

“Bahwa orang-orang saling berdebat apakah Rasulullah SAW berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR Bukhari).

Keistimewaan Puasa Arafah

Setiap puasa sunah juga memiliki keistimewaannya masing-masing, begitupun puasa Arafah. Meskipun hukumnya sunah, tapi bagi orang yang melaksanakannya selain mendapat pahala juga akan mendapat pengampunan dosa yang telah diperbuat setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Rasulullah SAW bersabda:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Artinya: “Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat.” (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Mengenai dosa yang diampuni para ulama berselisih pendapat terkait bentuk dosa yang diampuni tersebut.

Baca juga: Umrah, Haji Prioritas & Wisata Halal dengan Harga Bersahabat!

Imam Nawawi Rahimahullah mengatakan:

“Jika bukan dosa kecil yang diampuni, semoga dosa besar yang diringankan. Jika tidak, semoga ditinggikan derajatnya.”

Menurut Ibnu Taimiyah Rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni melainkan dosa besar juga diampuni karena hadisnya bersifat umum. Terlepas dari hal tersebut, dihapusnya dosa tentu menjadi keutamaan tersendiri saat melakukan puasa sunah ini.

Dengan melaksanakan puasa Arafah, diharapkan juga menjadi doa untuk segera pergi haji karena bisa dilakukan sebagai rasa empati terhadap perjuangan para jamaah yang sedang wukuf di Arafah.