Perjalanan Haji dan Umrah Untuk Masyarakat Indonesia 

Perjalanan Haji dan Umrah yang dilalui oleh masyarakat Indonesia, memanglah tidak mudah. Namun,  sebagai bentuk ibadah yang amat didambakan dan memiliki begitu banyak keistimewaan serta kemuliaan. Ibadah Haji dan Umrah menjadi bentuk ibadah yang acap kali membuat setiap muslim merasakan kerinduan tersendiri di dalam relung hatinya.

Pada artikel berikut ini, bentuk tuntunan serta perjalanan haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia, akan dibahas secara menyeluruh. Dimana hal ini, tentunya dapat menambah wawasan Anda, sekaligus menjadi perbekalan pengetahuan untuk direalisasikan saat menunaikan ibadah Haji dan Umrah nantinya.

Lantas, seperti apa penjelasan tentang serba-serbi pelaksanaan Haji dan Umrah itu sendiri? Berikut ini adalah penjelasannya.

Perjalanan Haji dan Umrah yang Ditempuh Oleh Masyarakat Indonesia

hukum kredit umroh

Perjalanan dari Indonesia menuju Mekkah dapat ditempuh dengan menggunakan media transportasi berupa pesawat. Umumnya waktu tempuh bagi pesawat yang menuju ke Mekkah adalah kurang lebih sembilan jam. Namun, estimasi tersebut juga bergantung terhadap transit yang dilakukan jemaah pada tempat tertentu.

Setidaknya, dalam rute yang dilalui secara umum, untuk menuju Kota Mekkah, terdapat sebelas negara yang akan dilewati nantinya. Seperti halnya Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, Vietnam, Cina (selatan), Nepal, India, Pakistan, dan Oman) .  

Perbekalan Untuk Menuju Mekkah

Untuk menghadapi perjalanan menuju Kota Mekkah, terdapat sejumlah hal yang perlu dipersiapkan secara baik dan matang. Diantaranya, perbekalan tersebut dapat berupa pemahaman mengenai tuntunan pelaksanaan ibadah haji dan umrah, perbekalan berupa kesiapan jasmani dan rohani, serta perbekalan harta benda.

Memahami berbagai tuntunan dalam menjalankan ibadah Haji dan Umrah, menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Karena tuntunan pelaksanaan Haji dan Umrah ini akan berkaitan erat dengan praktik ibadah yang nantinya dilakukan di tanah suci.

Sejumlah Tuntunan Ibadah Haji dan Umrah

Yang pertama ada rukun, rukun merupakan tata cara tertentu yang menentukan sah-nya ibadah Haji atau Umrah yang tidak dapat diganti dengan dam atau denda. 

Ada 5 rukun Haji ada 5 yaitu :

  • Niat Ihram
  • Wuquf Di Arafah
  • Tawaf
  • Sa’i
  • Memotong Rambut

Sementara rukun Umrah ada 4, diantaranya :

  • Niat Ihram
  • Tawaf
  • Sa’i
  • Memotong Rambut

Berikutnya ada syarat, sesuai dengan penjelasan para ulama, terdapat lima syarat dimana seseorang dapat dikatakan memiliki kewajiban Haji. Apabila lima syarat ini terpenuhi, maka kewajiban untuk beribadah Haji melekat pada seorang muslim. Lima syarat tersebut antara lain:

  • Beragama Islam
  • Berakal, artinya tidak dalam keadaan gila
  • Baligh, artinya bukan anak kecil yang belum baligh
  • Merdeka, artinya bukan seorang hamba sahaya
  • Mampu

Pada hakikatnya, baik Ibadah Haji maupun Umrah keduanya merupakan suatu ibadah yang memiliki begitu banyak keutamaan. Antara lain keutamaan tersebut didapat dari berbagai tuntunan mulai dari mengucapkan talbiyah, sa’i, thawaf di Ka’bah, shalat di Masjidil Haram, minum air zam-zam, tahallul, serta berbagai ibadah-ibadah lainnya.

Demikian penjelasan secara singkat mengenai perjalanan Haji dan Umrah beserta serba-serbinya . Semoga Allah selalu memberikan kemudahan untuk mendekatkan diri kepadanya termasuk memudahkan kita untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah.

Untuk Anda yang mempunyai rencana untuk menunaikan ibadah Umrah namun masih memiliki kendala, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Retali. Ikuti @retaliumrah.id di Instagram untuk informasi lebih lanjut.