Perbedaan Sholat Wajib dan Sholat Sunnah

Sholat wajib dan sholat sunnah disyariatkan Allah kepada kita. Shalat sunnah disyariatkan kepada kita agar dapat menambal kekurangan dari sholat wajib kita.

Baca juga:

Fatwa Ulama: Perbedaan antara Salat Wajib dan Salat Sunah

Beda Sholat Wajib dan Sholat Sunnah dalam Kitab Al-Mughni Al-Muhtaj

Dalam Kitab fikih dengan sumber utama dari kitab al-Mughni al-Muhtaj, beberapa perbedaaan sholat wajib dan sholat sunnah tersebut ialah:

Pertama

Niat sholat fardhu agar menjadi sah, harus menyebutkan minimal niat sholat, niat kefardhuan dan niat penentuan sholatnya. Contoh: “Usholli fardlo dzuhri (Saya niat sholatfardlu zuhur)”. Sedangkan sholatsunnah hanya mensyaratkan niat sholatsaja untuk mencapai kesunnahan. Contoh: “Usholli (Saya niat salat)”.

Kedua

Ketika di tengah sholat wajib anda berganti niat menjadi sholatsunnah itu diperbolehkan, tidak sebaliknya.

Ketiga

Wajib berdiri bagi yang mampu pada sholat wajib, sedangkan sholat sunnah boleh duduk meskipun ia mampu berdiri.

Baca juga: Ini Lima Perbedaan Mendasar Antara Shalat Wajib dan Sunnah

Keempat

Ketika sedang di atas kendaraan saat bepergian, sholat fardhu tetap wajib menghadap kiblat yakni Ka’bah, sedangkan sholat sunnah, kiblatnya adalah arah tujuan kendaraan.

Kelima

Dalam sholat fardhu disyariatkan adzan & iqamat, tidak dengan sholat sunnah. Adapun ketika sholat sunnahnya berjamaaah, maka panggilannya ialah: as-sholaatu jaami’ah “Sholatjamaah (akan dilaksanakan)”.

Keenam

Sholat fardhu boleh diqashar ketika safar, tidak demikian dengan sholat sunnah terdapat perbedaan antara sholat wajib dan sholat sunah. Di antara perbedaan yang paling jelas adalah bahwa sholat sunnah itu sah dikerjakan di atas kendaraan, meskipun tidak terdapat kondisi darurat. Jika seseorang sedang safar, dan ingin mendirikan sholat sunnah di atas kendaraannya, baik kendaraan tersebut berupa mobil, pesawat terbang, atau unta, atau selain itu, maka dia boleh mendirikan salat di atas kendaraannya menghadap ke arah mana saja kendaraannya menghadap. Ia memberi isyarat untuk rukuk dan sujud. Hal tersebut karena terdapat riwayat (keterangan) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau melakukan hal tersebut (HR. Bukhari no. 1000 dan Muslim no. 700).

Baca juga: Umrah, Haji Prioritas & Wisata Halal dengan Harga Bersahabat!

sholat wajib dan sholat sunnah
sholat wajib dan sholat sunnah

Perbedaan Sholat Wajib dan Sholat Sunnah Menurut Para Ulama

Di antara perbedaan antara sholatwajib dan sholat sunnah adalah jika seseorang memulai sholat wajib, maka tidak boleh (haram) baginya membatalkan sholat wajib tersebut, kecuali karena kondisi darurat yang nyata. Adapun sholat sunnah, maka boleh untuk dibatalkan ketika ada suatu maksud (tujuan) yang sahih. Adapun jika tidak ada suatu maksud (tujuan) tertentu, maka tidak masalah (tidak berdosa) jika dibatalkan. Meskipun demikian, hal itu hukumnya makruh sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

Perbedaan Lainnya dari Sholat Wajib dan Sholat Sunnah

Sholatwajib itu berdosa jika ditinggalkan, berbeda dengan sholat sunnah. Perbedaan lainnya, sholat wajib itu disyariatkan dilaksanakan secara berjemaah, sedangkan sholat sunnah tidak, kecuali sholat sunnah tertentu saja, seperti sholat istisqa’ dan sholat kusuf (menurut pendapat yang menyatakan hukumnya sunnah). Tidak masalah jika seseorang terkadang mendirikan sholat sunnah secara berjemaah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama sebagian sahabatnya di sebagian sholat malam. Terkadang beliau sholat sunnah bersama Ibnu ‘Abbas, terkadang dengan Hudzaifah, dan terkadang dengan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhum.

Baca juga: Paket Umrah Retali Ibadah Sesuai Syariat dengan Izin Resmi

Sholat Terawih termasuk Sholat Wajib atau Sholat Sunnah?

Pada saat di bulan Ramadan, terdapat keterangan bahwa beliau berjemaah dengan para sahabat selama tiga hari kemudian meninggalkannya karena khawatir akan diwajibkan kepada umat beliau. (HR. Bukhari no. 2012 dan Muslim no. 761) Hal ini menunjukkan bahwa sholat jemaah dalam sholat tarawih itu hukumnya sunnah, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya. Akan tetapi, beliau kemudian meninggalkan sholat tarawih berjemaah tersebut karena khawatir akan diwajibkan kepada umat beliau. Kekhawatiran itu, hilang setelah wafatnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Itulah perbedaan dari sholat wajib dan sholat sunnah. Semoga kita senantiasa bersemangat dalam menunaikan dan beribadah kepada Allah SWT.