Perbedaan Haji dan Umrah Pengertian dan Syarat Wajibnya

Meksipun sama-sama merupakan ibadah yang dilakukan di tanah suci, terdapat perbedaan haji dan umrah yang sifatnya mendasar. Sebagai muslim Anda tentu tahu jika  Haji merupakan rukun Islam yang ke lima yang wajib dilakukan jika mampu. 

Sedangkan hukum untuk ibadah Umrah terjadi beda pendapat di kalangan para ulama. Ulama Hanabilah dan Syafi’iyah  memiliki pendapat bahwa hukum Umrah adalah wajib untuk umat musil yang mampu. Di sisi lain, Ulama Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa hukumnya sunnah. 

perbedaan haji dan umrah

Perbedaan Haji dan Umrah

Sekilas, memang Haji dan Umrah memiliki banyak persamaan. Meski begitu, sebenarnya kedua ibadah mempunyai perbedaan mendasar terkait syarat wajib, pengertian, rukun dan waktu pelaksanaannya. 

Pengertian 

Haji memiliki makna mengunjungi, artinya datang ke  Baitullah dengan sengaja secara fisik dan jiwa untuk menunaikan amalan dengan syarat dan pada waktu tertentu tertentu, yakni pada bulan Haji.

Di sini terlihat perbedaan Haji dan Umrah karena secara literal ibadah Urah dapat dipahami sebagai berziarah. Artinya, berziarah ke Baitullah dengan maksud melaksanakan amalan tertentu yakni tawaf, sai, serta bercukur yang dapat dilakukan kapan saja tanpa ada batasan waktu.

Rukun

Rukun merupakan tata cara tertentu yang menentukan sah-nya ibadah Haji atau Umrah yang tidak dapat diganti dengan dam atau denda. 

Ada 5 rukun Haji ada 5 yaitu :

  • Niat Ihram
  • Wuquf Di Arafah
  • Tawaf
  • Sa’i
  • Memotong Rambut

Sementara rukun Umrah ada 4, diantaranya :

  • Niat Ihram
  • Tawaf
  • Sa’i
  • Memotong Rambut.

Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa perbedaan Haji dan Umrah dalam hal rukun  yaitu wuquf di Arafah, dimana menjadi tata cara yang harus dipenuhi oleh seseorang yang menunaikan ibadah Haji. 

Syarat Wajib

Sesuai dengan penjelasan para ulama, terdapat lima syarat dimana seseorang dapat dikatakan memiliki kewajiban Haji. Apabila lima syarat ini terpenuhi, maka kewajiban untuk beribadah Haji melekat pada seorang muslim. Lima syarat tersebut antara lain:

  • Beragama Islam
  • Berakal, artinya tidak dalam keadaan gila
  • Baligh, artinya bukan anak kecil yang belum baligh
  • Merdeka, artinya bukan seorang hamba sahaya
  • Mampu

Dalam hal syarat wajib, tidak ada perbedaan antara Haji dan Umrah.

Kata “mampu” sendiri seperti dijelaskan pada Al Fiqhul Muyassar (hal. 173), memiliki beberapa kriteria, yaitu mampu secara harta, artinya memiliki bekal yang cukup dan mampu meninggalkan nafkah untuk keluarga yang ditinggal.

Selanjutnya adalah kemampuan untuk melakukan perjalanan ke Baitullah, mampu secara fisik, dan yang terakhir adalah terjaminya keamanan dalam perjalanan ke Baitullah. Apabila salah satu kriteria tersebut tak terpenuhi, maka belum dapat dikatakan mampu.

Keutamaan Haji dan Umrah

Beberapa keutamaan yang didapat dari melaksanakan ibadah Haji dan Umrah antara lain :

  • Ibadah haji dijanjikan surga 
  • Umrah menggugurkan dosa
  • Haji menghapuskan dosa-dosa
  • Haji dan umrah menghilangkan kefakiran

Ibadah Haji maupun Umrah merupakan suatu ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Mulai dari mengucapkan talbiyah, sa’i, thawaf di Ka’bah, shalat di Masjidil Haram, minum air zam-zam, tahallul, serta berbagai ibadah-ibadah lainnya.

Demikian penjelasan secara singkat mengenai perbedaan antara Haji dan Umrah. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan untuk mendekatkan diri kepadanya termasuk memudahkan kita untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah.

Untuk Anda yang mempunyai rencana untuk menunaikan ibadah Umrah namun masih memiliki kendala, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Retali. Ikuti @retaliumrah.id di Instagram untuk informasi lebih lanjut.

Share this post:
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp