Niat Sholat yang Perlu Diketahui

Niat sholat merupakan salah satu syarat sah sholat. Syarat itu harus dipenuhi oleh setiap hamba yang akan berdiri dihadapan Rabb-Nya dan memenuhi panggilan-Nya. Namun apabila tidak dipenuihi maka sholat yang ia kerjakan tidak teranggap dan menjadi amalan yang sia-sia dan tiada nilainya.

Baca juga: Serba Serbi Niat Shalat (1): Saudariku, Sudah Benarkah Niatmu?

Apa itu Niat Sholat?

Secara bahasa niat artinya maksud dan tujuan. Kata niat juga berarti sebagai ‘azm (kemauan keras). Penulis kitab Mishbahul Munir mengatakan: “Kata niat diartikan secara umum dengan kemauan hati untuk melakukan suatu perkara”. (Qawaid Wa Fawaid Min Al Arbain An Nawawiyyah, Hal. 29)

Secara syar’i sebagaimana pengertian yang diberikan Nawawi rahimahullah, niat artinya keinginan kepada sesuatu dan kemuan keras untuk melakukan sesuatu. Sebagian ulama menyamakan antara niat dan ikhlas yaitu mengikhlaskan agama hanya kepada Allah Ta’ala. Karena maksud dari niat itu sendiri adalah ibadah kepada Allah.(Qawaid Wa Fawaid Min Al Arbain An Nawawiyyah, Hal. 30)

Baca juga: Niat-Niat Sholat Wajib yang Penting Diketahui, Pahami Tata Cara dan Doanya

niat sholat
niat sholat

Niat Sholat Merupakan Amalan Hati dan Bukan Amalan Lisan

Syaikh al Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Perlu diketahui bahwasanya tempat niat ada pada hati, bukan pada lisan. Karena sesungguhnya engkau beribadah kepada Dzat yang mengetahui orang yang berkhianat serta mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati. Allah, Dzat yang Maha mengetahui apa yang ada di setiap dada manusia. Tentunya engkau berdiri karena takut kepada-Nya yang mengetahui was-was dalam hatimu, serta Dzat yang akan membalikkan hatimu.

Meskipun demikian tidak ada satupun hadist shahih yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak juga dari sahabat radhiallahu’anhum bahwasanya mereka mengucapkan niat. Oleh karena itu melafadzkan niat masuk dalam perbuatan bid’ah yang terlarang baik dengan suara lirih maupun keras. (Syarh Al Raba’in An Nawawiyyah, Hal. 9)

Baca juga: Paket Umrah Retali Ibadah Sesuai Syariat dengan Izin Resmi

Melafadzkan Niat Sholat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menegaskan hal yang sama, beliau berkata, “Tidak ada seorang pun dari kaum muslimin yang menukil baik dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam maupun salah seorang dari para sahabat radhiallahu’anhum bahwasanya dia mengucapkan niat sebelum takbir (takbiratul ihram) dengan lafadz-lafadz niat baik dengan suara lirih maupun keras dan tidak pula memerintahkan hal ini.”(Majmu’ Fatawa 22/237, Maktabah Asy Syamilah)

Namun sebagian orang beranggapan dengan mengucapkan niat lebih memantapkan hati dan mampu menyempurnakan realisasi niat. Lantas jawaban apa untuk orang yang berkata semacam ini? Berikut sanggahan yang dinukil Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa.

Jika seandainya melafadzkan niat itu dianjurkan tentu Nabi shallallahu’alaihi wasallam telah melakukannya sejak dahulu atau setidaknya beliau memerintahkan hal ini. Karena beliau shallallahu’alaihi wasallam telah menjelaskan semua perkara yang bisa mendekatkan diri seorang hamba kepada Rabb-Nya, terlebih lagi perkara sholat yang tidak ada satupun tata cara yang diambil kecuali dari beliau shallallahu’alaihi wasallam. Sebagaimana hadits shahih, dimana beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

صلوا كما رأيتمونى أصلى

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dan dikeluarkan di Irawaul Ghalil No. 213)

Baca juga: Umrah, Haji Prioritas & Wisata Halal dengan Harga Bersahabat!

Tambahan Tata Cara Sholat Nabi

Semua bentuk tambahan tata cara sholat Nabi serupa dengan tambahan yang ada pada ibadah-ibadah lain, seperti halnya orang yang menambahkan adzan dan iqamah pada sholat ‘Ied dan juga orang yang menambahkan sholat dua rakaat ketika sa’i.

Sebagian salaf berkata tentang ayat ini, “Mereka (para sahabat) tidak mengucapkan (apa yang mereka niatkan) dengan lisan (ketika mereka memberi makan fakir miskin), akan tetapi Allah Ta’ala sendiri yang menceritakan apa yang ada dalam hati mereka dengan turunnya ayat ini.” (Majmu’ Fatwa 22/238,239, Maktabah asy Syamilah)

Itulah niat sholat yang perlu kita ketahui, semoga niat sholat kita diterima oleh Allah SWT.