Maqam Ibrahim di Masjidil Haram Kenali Lebih Dekat

Maqam Ibrahim di Masjidil Haram mengacu pada batu tempat Nabi Ibrahim AS berdiri saat membangun Ka’bah. Selama pembangunan Ka’bah bagian atas, Nabi Ibrahim berdiri di atas sepotong batu yang luas yang bisa dipindahkan.

Sebelum pembangunan dilakukan oleh Nabi Ibrahim, struktur Ka’bah menyerupai persegi panjang sederhana tanpa atap. Nabi Ismail AS membantu ayahnya dengan memberinya batu untuk membangun dinding Ka’bah Suci. 

Terlepas dari semua kesulitan karena tidak ada orang lain yang membantu, Nabi Ismail berdiri di samping ayahnya dan membantunya memenuhi perintah Allah SWT, yang kemudian menorehkan jejak kaki Nabi Ibrahim sebagai pengingat bagi keturunannya.

Maqam Ibrahim di Masjidil Haram

Keutamaan Maqam Ibrahim di Masjidil Haram

Terdapat keutamaan Maqam Ibrahim di Masjidil Haram, beberapa diantaranya adalah:

  • Beberapa ulama menyebutkan bahwa Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim merupakan batu dari surga.
  • Maqam Ibrahim terjaga dengan baik dalam waktu ribuan tahun sampai sekarang, meskipun hanya diletakkan tanpa pengamanan khusus. Beberapa kali sempat dicuri atau hilang, namun selalu segera  kembali dengan cepat. 
  • Seorang sahabat yang memiliki keahlian dalam melihat nasab menyebutkan bahwa jejak kaki maqam ibrahim memiliki kemiripan dengan kaki Nabi Muhammad SAW. 
  • Maqam ibrahim merupakan sebuah batu dan dulu banyak sekali batu dari berhala di sekitar Ka’bah, namun tak ada tidak ada seorang pun yang menyembah maqam Ibrahim dari dulu hingga sekarang.

Fakta Tentang Maqam Ibrahim 

Sejarah Maqam Ibrahim di Masjidil Haram dapat dikaitkan dengan pembangunan rumah Allah SWT di Mekah. Ini dianggap sebagai salah satu mukjizat Nabi Ibrahim, karena mendapatkan Batu Suci yang secara khusus dikirim kepadanya dari surga untuk membantunya membangun Ka’bah. 

Sejak itu, telah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk melakukan shalat dua rakaat untuk menyelesaikan Tawaf saat melakukan haji atau umrah. Di bawah ini adalah beberapa fakta tentang Maqam Ibrahim:

  • Ini adalah batu berukuran dengan panjang dan lebar 40 cm dan tinggi 20 cm yang ditempatkan di dalam kotak berbentuk kotak. Kedalaman kedua jejak kaki Nabi Ibrahim masing-masing adalah 9 cm dan 10 cm.
  • Pada tahun 2 H, batu suci tersebut entah bagaimana pecah menjadi beberapa bagian. Kemudian dipasang kembali menggunakan emas dan perak.
  • Batu ini terletak di depan Ka’bah untuk memudahkan umat Islam dalam menunaikan ibadah haji atau umrah, yang sebelumnya diletakkan di sisi timur masjid. 
  • Maqam Ibrahim pada era Ottoman dibangun kembali dalam bentuk kuil. Namun, setelah pengambilalihan oleh Saudi kuil itu dihancurkan, dan sebuah kotak lembaran besi dibangun untuk melindungi dan melestarikan batu suci dan tempatnya. 
  • Pada tahun 1967, Maqam Ibrahim ditutupi oleh struktur kayu berukuran tiga kali enam. Pemerintah Saudi berencana untuk memindahkan Maqam Ibrahim di dekat Bab Bani Shayba tetapi gagal karena keberatan publik. 
  • Saat ini, Maqam Ibrahim terletak sekitar empat puluh tiga kaki di sebelah timur Ka’bah.
  • Pada Surah Al-Baqarah Ayat 125, Allah memerintahkan umat Islam untuk berdoa di sebelah Maqam Ibrahim. Allah juga menyebut Maqam Ibrahim pada Surah Ali Imran ayat 96-97.

Kesimpulan

Maqam Ibrahim tidak hanya memiliki nilai yang signifikan bagi umat Islam di seluruh dunia, tetapi juga merupakan bagian sejarah dari Ka’bah. Maqam Ibrahim adalah simbol dari ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terhadap Allah SWT. 

Oleh karena itu, ketika umat Islam pergi haji atau umrah, dianjurkan untuk memberikan penghormatan kepada Maqam Ibrahim dengan mengerjakan shalat sunnah dua rakaat.

Nah, setelah membaca penjelasan singkat tentang Maqam Ibrahim di Masjidil Haram di atas, apakah Anda menyimpan kerinduan untuk datang ke Baitullah? Dapatkan kenyamanan ibadah Umrah dengan menghubungi Retali sekarang juga. Temukan @retaliumrah.id di Instagram dan dapatkan beragam penawaran menarik.