Kisah Nabi Hijrah ke Madinah dan Hikmahnya

Salah satu peristiwa yang besar dalam sejarah Islam adalah ketika Nabi Hijrah ke Madinah. Peristiwa ini terjadi karena umat Islam dianiaya di Mekah. Sementara, kaum Madinah menyatakan kesediaan mereka untuk menerima Nabi Muhammad SAW dan mengizinkan Islam memerintah di kota mereka. 

Peristiwa ini pula yang mendasari ditetapkannya Tahun Baru Hijriyah. Untuk mengetahui lebih jelas tentang peristiwa tersebut, mari kita simak penjelasan singkatnya di bawah ini.

Alasan Dibalik Hijrah

Nabi Muhammad SAW memulai dakwah Islam dari tempat kelahirannya di Mekah. Ia mulai mendakwahkan Islam kepada keluarga dan kerabatnya sendiri termasuk banyak di antaranya adalah orang-orang musyrik dan kepala suku Quraisy. 

Dirinya mengajak mereka untuk melepaskan kemusyrikan dan mengajak untuk tauhid. Namun sebagian besar dari mereka, terutama pamannya yang bernama Abu Lahab dan sepupunya Abu Sufyan yang berasal dari Bani Umayyah menentangnya. 

Di sisi lain, paman dan walinya Abu Thalib harus menyembunyikan keyakinannya, untuk memastikan perlindungan terhadap Muhammad SAW serta agar nyawa Abu Thalib sendiri tidak terancam.

Nabi Hijrah ke Madinah

Dua Ikrar Kesetiaan yang Mengarah ke Hijrah 

Dalam upacara haji tahun 620 M, enam orang dari suku Khazraj yang tinggal di Madinah bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Enam orang tersebut masuk Islam setelah dibacakan beberapa ayat Al-Qur’an dan oleh Nabi dijelaskan ide-ide di balik Islam. 

Satu tahun kemudian, orang yang sama membawa tujuh orang lain bersama mereka yang juga memeluk Islam. Mereka berikrar setia kepada Nabi, bahwa mereka akan mematuhi semua aturan agama Islam dan bahwa mereka akan mengakui Muhammad SAW sebagai nabi mereka. 

Ikrar ini kemudian dikenal sebagai “Ikrar Pertama al-‘Aqabah”. Perlahan-lahan melalui orang-orang ini, Islam menyebar di antara orang-orang Madinah dan jumlah Muslim di sana meningkat. 

Tahun berikutnya, sekitar 75 Muslim dari suku Aws dan Khazaraj yang merupakan musuh bebuyutan sebelum menjadi Muslim bertemu dengan Nabi pada upacara haji. 

Saat itulah mereka semua berjanji setia untuk sepenuhnya mendukung Nabi Hijrah ke Madinah. Ikrar kedua ini dikenal sebagai “Ikrar kedua al-‘Aqabah” yang kemudian membuka jalan bagi hijrah Nabi dan para pengikutnya.

Terjadinya Hijrah 

Nabi menganjurkan umat Islam untuk hijrah ke Madinah, yang pada waktu itu disebut Yatsrib, karena orang-orang musyrik Mekah melecehkan dan menganiaya mereka. 

Atas anjuran tersebut, banyak umat Islam yang hijrah ke Madinah. Nabi ingin mengembangkan Islam dan saat itu Madinah adalah tempat yang sempurna untuk ini. Kaum musyrik Quraisy akhirnya memutuskan untuk membunuh Nabi sebelum kepergiannya.

Nyawa Nabi dalam bahaya. Namun, sepupunya yang setia, Ali bin Abi Thalib setuju untuk tidur di tempat tidurnya agar nyawa Nabi terselamatkan. Ketika orang-orang musyrik Quraisy menyerbu rumah Nabi dan menemukan Ali, mereka marah. 

Kaum Muslimin Madinah sangat menantikan kedatangan Nabi Hijrah ke Madinah setiap harinya. Akhirnya, menurut beberapa catatan sejarah, Nabi mencapai Madinah pada tanggal 4 Oktober 622 bertepatan dengan 22 Rabiul Awal tahun ke 14 setelah kenabian.

Perjuangan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dan pengikutnya dapat terlihat jelas pada kisah Nabi Hijrah ke Madinah diatas. Anda juga dapat melanjutkan perjuangan beliau dengan melakukan berbagai sunnah nabi, termasuk melaksanakan ibadah Umrah.

Jika Anda memutuskan untuk pergi umrah, jangan lupa untuk menghubungi Retali. Sebagai agen travel umrah resmi yang terdaftar di Kemenag RI, Retali akan menghandle semua kebutuhan Anda secara profesional. Ikuti @retaliumrah.id dan dapatkan info lebih lanjut.