Kenapa Aqidah untuk Seorang Muslim Sangat Penting?

Aqidah secara bahasa berarti ikatan. Secara istilah aqidah berarti keyakinan hati dan pembenarannya terhadap sesuatu. Dalam pengertian agama, arti dari aqidah adalah kandungan rukun iman.

Baca juga: Tauhid: Pentingnya Aqidah Dalam Kehidupan Seorang Insan

Aqidah ini juga bisa diartikan dengan keimanan yang mantap tanpa disertai keraguan di dalam hati seseorang (lihat At Tauhid lis Shaffil Awwal Al ‘Aali hal. 9, Mujmal Ushul hal. 5)

Kita harus menerima serta meyakini bahwa Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan penguasa, serta menerima Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai orang yang patut diteladani, yang perilaku dan penilaiannya perlu kita tiru.

Pentingnya Aqidah

Aqidah merupakan bagian terpenting dari seorang muslim adalah tauhid, yaitu keesaan Allah dalam ibadah, ketuhanan dan nama-nama serta sifat-sifat-Nya. Pentingnya arti tauhid sehingga kita sering menggunakan istilah tersebut secara bergantian dengan aqidah.

Baca juga: Aqidah adalah Keyakinan Dasar yang Diterima Hati, Berikut Perannya dalam Kehidupan

Allah menciptakan bumi dan langit semata-mata untuk tauhid, Allah mengirim rasul dan nabi untuk mengajak orang-orang untuk menyembah hanya kepada-Nya. Oleh karena itu, merupakan kewajiban kita sebagai muslim untuk mempelajari hal ini, untuk mengetahui tujuan di balik keberadaan kita, serta untuk mengajarkan dan menyebarkannya pada anak-anak, keluarga dan umat manusia.

Kita harus berusaha untuk kembali pada iman yang murni, dan memperbaiki beberapa kesalahan aqidah umum yang mempengaruhi banyak muslim, baik dalam keyakinan atau praktik.

aqidah
aqidah

Kedudukan Aqidah yang Benar

Aqidah yang benar adalah landasan tegaknya agama dan kunci diterimanya amalan. Hal ini sebagaimana ditetapkan oleh Allah Ta’ala di dalam firman-Nya:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110)

Allah ta’ala juga berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu: Sungguh, apabila kamu berbuat syirik pasti akan terhapus seluruh amalmu dan kamu benar-benar akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)

Baca juga: Umrah, Haji Prioritas & Wisata Halal dengan Harga Bersahabat!

Perbaikan Aqidah

Ayat-ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa amalan tidak akan diterima jika tercampuri dengan kesyirikan. Oleh karena itu, para Rasul sangat memperhatikan perbaikan aqidah sebagai prioritas utama dakwah mereka. Inilah dakwah pertama yang dilakukan oleh para Rasul kepada kaum mereka; menyembah kepada Allah saja dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya.

Hal ini telah diberitakan oleh Allah di dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sungguh telah Kami utus kepada setiap umat seorang Rasul yang menyerukan ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut (sesembahan selain Allah)’” (QS. An Nahl: 36)

Bahkan setiap Rasul mengajak kepada kaumnya dengan seruan yang sama yaitu, “Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tiada sesembahan (yang benar) bagi kalian selain Dia.” (lihat QS. Al A’raaf: 59, 65, 73 dan 85). Inilah seruan yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu’aib dan seluruh Nabi-Nabi kepada kaum mereka.

Baca juga: Paket Umrah Retali Ibadah Sesuai Syariat dengan Izin Resmi

Mengesakan Allah dalam Beribadah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menetap di Mekkah sesudah beliau diutus sebagai Rasul selama 13 tahun, beliau mengajak orang-orang supaya mau bertauhid (mengesakan Allah dalam beribadah) dan demi memperbaiki aqidah. Hal itu dikarenakan aqidah merupakan fondasi tegaknya bangunan agama. Para dai penyeru kebaikan sudah menempuh jalan sebagaimana jalannya para nabi dan Rasul dari zaman ke zaman. Mereka selalu memulai dakwah dengan ajaran tauhid dan perbaikan aqidah lalu sesudah itu mereka menyampaikan berbagai permasalahan agama yang lainnya (lihat At Tauhid Li Shaffil Awwal Al ‘Aali, hal. 9-10).

Itulah pentingnya aqidah bagi seorang muslim. Semoga kita senantiasa belomba-lomba dalam kebaikan dan memantapkan keimanan kepada Allah.