Hukum Wanita Berhaji Tanpa Mahram Apakah Sah?

Dapat menunaikan ibadah haji atau umrah adalah berkah bagi setiap muslim. Hukum wanita berhaji tanpa mahram sering kali menjadi pertanyaan bagi para kaum hawa yang ingin menunaikannya.

Apa hukum wanita berhaji tanpa mahram? Apakah sah? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering terlontar. Dalam artikel ini kami akan mencoba merangkum penjelasan dari berbagai sumber.

Hukum Wanita Berhaji Tanpa Mahram

Aapa itu Mahram? 

Menurut para ulama Islam, mahram bagi seorang wanita adalah kerabat yang tidak boleh dinikahi. Ada tiga jenis mahram bagi wanita dalam Islam yakni :

  • mahram karena pernikahan
  • mahram karena nasab
  • karena persusuan

Berkata Imam Ibnu Qudamah rahimahullah : “Mahrom adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan“

Hukum Wanita Berhaji Tanpa Mahram

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar) sejauh perjalanan sehari semalam kecuali dengan mahramnya.” (HR. Bukhari no. 1088 dan Muslim no. 1339)

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

“Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar) sejauh perjalanan sehari kecuali jika bersama mahramnya.” (HR. Muslim no. 1339).

Dari hadist tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa jika seorang wanita bersafar atau menempuh perjalanan jauh tanpa didampingi mahram adalah haram. Hal itu dapat diartikan jika siapapun yang tidak mendapatkan mahramnya, maka dirinya haram melakukan safar, termasuk safar ibadah.

Jadi untuk melakukan perjalanan haji, seorang wanita harus memiliki mahram. Jika tidak memiliki mahram yang menemani, maka kewajiban haji padanya gugur meskipun wanita tersebut mampu secara fisik dan finansial.

Meski begitu, terjadi perbedaan diantara para ulama.

Pendapat Ulama Madzhab Maliki

Pendapat jumhur ulama dari Madzhab Maliki adalah ketika hendak melaksanakan ibadah haji seorang wanita harus ditemani oleh mahramnya. Dalam hal ini, yang disebut sebagai mahram adalah suami, saudara terdekat yang memang mahram, atau perempuan yang dapat dipercaya untuk menemani dalam perjalanan. Jika tak mampu memenuhi syarat-syarat, maka seorang wanita kewajiban haji seorang wanita tersebut gugur. 

Pendapat Ulama dari Madzhab Hanafi

Sementara ulama Hanafiyah memiliki pandangan berbeda tentang hukum wanita berhaji tanpa mahram. Seorang wanita diperbolehkan melaksanakan ibadah haji tanpa seorang mahram. Meskipun, ada syarat yang harus dipenuhi yakni mereka yang jarak rumahnya ke Mekah dapat ditempuh dengan waktu kurang dari tiga hari dengan berjalan kaki. 

Sementara jika jarak dari rumahnya ke Mekah melebihi waktu tersebut, maka kewajiban haji seorang wanita tersebut gugur. Kecuali jika terdapat mahram yang bersedia menemani wanita tersebut untuk melaksanakan haji.

Hukum Wanita Berhaji Tanpa Mahram Menurut Ulama dari Madzhab Syafi’i

Pendapat ulama dari Madzhab Syafi’i adalah haji merupakan ibadah yang wajib dilakukan maka seorang wanita tetap wajib melaksanakan haji meskipun tanpa mahram yang menemani. Kewajiban tersebut apabila kondisi pada saat tersebut sedang aman. Namun jika kondisi tidak aman, maka tetap wajib bagi wanita untuk ditemani mahramnya.

Pendapat dari Ulama Madzhab Hambali

Secara tegas paara ulama dari Madzhab Hambali melarang seorang wanita yang berhaji tanpa ditemani mahramnya. Mereka berpendapat bahwa keberadaan mahram adalah bentuk istitho’ah atau kemampuan bagi seorang wanita dalam hal ibadah haji. Jadi jika tidak ada mahramnya, maka kewajiban haji seorang wanita tersebut gugur. 

Itulah Hukum wanita berhaji tanpa mahram, semoga mampu menjawab pertanyaan Anda. Jika Anda hendak melakukan perjalanan umrah, ada baiknya memilih travel umrah terpercaya seperti Retali. Ikuti @retaliumrah.id di Instagram dan dapatkan info menarik lainnya.