Hukum Umroh Tanpa Mahram yang Wajib Diketahui

Hukum umroh tanpa mahram masih menjadi perdebatan. Sejatinya, Islam selalu menawarkan solusi di setiap aturan dan ketentuan yang diberlakukan. Tidak ada aturan atau ketentuan yang diberlakukan tanpa ada aspek menghindari kerusakan dan aspek mendapatkan kemanfaatan. Sama halnya aturan dan ketentuan mengenai hukum wanita umroh yang harus didampingi dengan mahramnya.

Sebelum membahas lebih lanjut, Dalam hadist Rasulullah SAW, “Tidak halal bagi perempuan yang beriman dengan Allah dan hari akhirat untuk keluar tiga hari atau lebih, melainkan bersama-samanya bapaknya atau saudara kandung lelakinya atau suaminya atau anak lelakinya atau mana-mana mahramnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Jika mengacu pada hadits tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah lebih dari tiga hari tanpa ditemani oleh mahramnya. Larangan tersebut tentu dimaksudkan untuk melindungi keamanan wanita.

Baca juga: Bolehkah Berhaji Tanpa Mahram?

Setelah mengetahui hadits tersebut, lalu bagaimanakah hukum umroh tanpa mahram? Bolehkan wanita melaksanakan ibadah umroh tanpa mahramnya? Terkait hal tersebut, ada beberapa perbedaan pandangan dari ulama 4 madzhab yang umum dijadikan sebagai rujukan.

hukum umroh tanpa mahram
hukum umroh tanpa mahram

Hukum Umroh Tanpa Mahram Menurut Pendapat Ulama Madzhab Maliki

Ulama dari madzhab Maliki berpendapat bahwa wanita yang akan menjalankan ibadah umroh wajib dan harus ditemani oleh mahramnya. Dalam hal ini adalah suami, saudara kandung, atau perempuan yang dapat dapat dipercaya untuk menamani perjalanan ibadah tersebut.

Apabila tidak dapat memenuhi syarat tersebut, maka seorang wanita tidak diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah umroh.

Baca juga: Apakah Boleh Pergi Umroh Tanpa Mahram? Begini Hukumnya

Hukum Umroh Tanpa Mahram Menurut Pandangan Ulama Madzhab Hanafi

Ulama Hanafiyah berpendapat jika seorang wanita boleh melaksanakan ibadah umroh dengan seorang diri tanpa ditemani mahramnya, tetapi harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Wanita diperbolehkan melaksanakan ibadah umroh tanpa mahram apabila jarak rumahnya ke Mekkah bisa ditempuh dalam waktu 3 hari dengan berjalan kaki.

Jika dapat terpenuhi, maka wanita boleh melaksanakan ibadah umroh sendirian, sedangkan jika tidak dapat terpenuhi maka tidak ada kewajiban untuk melaksanakan ibadah umroh bagi wanita tersebut.

Baca juga: Umrah, Haji Prioritas & Wisata Halal dengan Harga Bersahabat!

Hukum Umroh Tanpa Mahram Menurut Pandangan Ulama Madzhab Syafi’i

Berbeda dengan kedua pandangan ulama diatas, ulama dari madzhab Syafi’i bisa dikatakan lebih ringan. Karena wanita diperbolehkan melaksanakan umroh tanpa mahram dengan syarat kondisi pada saat tersebut memang sedang aman. Namun jika tidak aman, maka wajib bagi wanita untuk melaksanakan ibadah umroh bersama dengan mahramnya.

Hukum Umroh Tanpa Mahram Menurut Pendapat Ulama Madzhab Hambali

Sama halnya dengan pandangan dari ulama madzhab Maliki, para ulama dari madzhab Hambali secara tegas melarang wanita yang akan melaksanakan ibadah umroh tanpa ditemani oleh mahramnya. Artinya, jika seorang wanita akan melaksanakan ibadah umroh, maka wanita tersebut harus ditemani oleh mahramnya baik itu suami maupun saudara kandungnya.

Pengumuman Umroh tanpa Mahram

Meskipun berbagai pendapat tersebut masih menjadi perdebatan hingga saat ini, namun belum lama ini pemerintah Arab saudi memberikan pengumuman perihal umroh tanpa mahram. Dilansir dari Saudi Gazette, Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menyebutkan bahwa wanita diperbolehkan melakukan ibadah umroh tanpa didampingi oleh mahramnya.

Tetapi keputusan tersebut diberikan dengan syarat yang berlaku. Seorang wanita diperbolehkan melaksanakan ibadah umroh tanpa didampingi mahram dengan syarat sudah berusia 45 tahun keatas. Namun mereka harus tetap membentuk kelompok dengan wanita lain dan tidak boleh sendirian ketika menjalani umroh.

Sedangkan bagi perempuan di bawah 45 tahun yang ingin melaksanakan ibadah umroh tetap harus didampingi oleh mahramnya. Jadi, untuk menjawab pertanyaan dan juga perdebatan yang ada dapat disimpulkan bahwa hukum umroh tanpa mahram adalah diperbolehkan untuk wanita yang sudah berusia 45 tahun keatas.

Baca juga: Paket Umrah Retali Ibadah Sesuai Syariat dengan Izin Resmi

Bagaimana jika Nekad Berhaji atau Umroh tanpa Mahram?

Kalau seorang wanita nekad berhaji atau umrah tanpa mahram maka haji dan umrahnya sah, akan tetapi dia berdosa.

Perlu diketahui bahwasanya wanita yang tidak punya mahram atau mahramnya belum mampu maka wanita tersebut berarti belum mampu dan tidak wajib untuk haji. Allah akan memberi pahala atas niatnya meski dia meninggal dalam keadaan belum berhaji.

Adapun perginya seorang wanita muslimah ke luar negeri untuk mencari uang dengan alasan membahagiakan orang tua dan lain- lain , maka hukumnya tetap tidak boleh kalau tanpa mahram. Karena haji saja yang merupakan rukun islam kelima, dan ibadah yang dilaksanakan untuk mencari ridha Allah saja seorang muslimah harus pergi bersama mahram, apalagi perkara-perkara dunia. Jadi niat yang baik harus diiringi cara yang baik .

Semoga Allah memperbaiki keadaan kita.