Haji Qiran Artinya Apa? Memahami Haji Qiran

Haji Qiran artinya apa? — Dalam pelaksanaan Haji umumnya kita menjumpai tiga jenis atau kategori manasik haji yang berdasarkan dengan tuntunan pelaksanaan haji itu sendiri. Jenis-jenis haji yang sesuai dengan tuntunan syariat adalah haji qiran, haji ifrad, dan haji tamattu. 

Sebagian orang, mengatakan bahwa Haji qiran artinya haji yang dilakukan berbarengan atau beriringan dengan umrah, Haji ifrad merupakan haji yang dilaksanakan terlebih dahulu sebelum akhirnya menjalankan umrah, sementara Haji tamattu merupakan haji yang dilaksanakan dengan mendahului umrah.

Lantas, seperti apa pembahasan mendalam mengenai pelaksanaan ibadah haji beserta ketiga jenis manasik haji? Berikut adalah pembahasannya.

Jenis-jenis Manasik Haji Berdasarkan Kesepakatan Ulama

Layaknya yang telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, jenis manasik haji yang sesuai dengan kesepakatan para ulama terdiri atas tiga bagian. Diantaranya adalah haji qiran, haji ifrad, haji tamattu. Tiga jenis panas Haji ini didasarkan oleh sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Yang mana, dalam melaksanakan ibadah manasik haji secara ifrad, maka ihram dan hajinya sah, kemudian dia juga tidak diharuskan untuk membayar fidyah (denda). Tapi, apabila dia mengganti hajinya dengan umrah (yang mana hal yang disebut sebagai melakukan haji secara tamattu’), maka hal ini merupakan lebih utama, menurut pendapat para ulama yang lebih shahih.

Kekeliruan Pendapat

Pendapat yang menyatakan bahwa “telah di-mansukh (dihapus hukumnya) oleh perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para shahabat agar mereka melakukan haji tamattu’ (umrah dulu baru haji).” Dinilai oleh sebagian besar ulama sebagai pendapat yang keliru.

Di mana hal tersebut pada hakikatnya tidak tepat dengan apa yang telah disabdakan oleh sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengenai pelaksanaan ibadah haji. Saat itu Rasulullah memerintahkan para shahabat yang berihram untuk haji bersama-sama dengan umrah (haji qiran), sementara mereka tidak membawa hewan qurban.

 Yang mana beliau, kemudian memerintahkan kepada mereka untuk menjadikan ihram tersebut sebagai ihram umrah (haji tamattu’). Kemudian mereka pun menunaikan tawaf dan sa’i, serta mencukur rambut dan lakukan tahalul.

Memahami Arti Haji Qiran

Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu Alaihi wasallam telah memerintahkan para sahabatnya yang berihram untuk Haji bersama-sama dengan umrah atau dapat disebut sebagai haji qiran. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa Haji qiran artinya melaksanakan haji bersama atau beriringan dengan umrah.

Dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan bahwa ihram mereka semula (haji qiran) itu batal atau tidak sah, tetapi beliau hanya lebih kepada menyarankan untuk mereka (para sahabat) dalam melakukan cara haji yang lebih baik (yaitu haji tamattu’). Saran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini kemudian dilakukan oleh para shahabat, namun hal itu tidak menghapus adanya ibadah haji ifrad.

Dari penjelasan hadits tersebut, didapat sebuah pencerahan bahwasanya baik ibadah haji qiran maupun di perut itu tidak dimansukhkan. Kedua ibadah tersebut masih tetap berlaku, yang Rasulullah shallallahu Alaihi wasallam lakukan adalah menyarankan cara haji yang lebih sempurna dari keduanya. Yaitu haji tamattu.

Demikian penjelasan secara singkat mengenai Haji Qiran artinya tidak dimansukh-kan, dan tetap didefinisikan sebagai haji yang dilakukan beriringan dengan umrah. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan untuk mendekatkan diri kepadanya termasuk memudahkan kita untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah.

Untuk Anda yang mempunyai rencana untuk menunaikan ibadah Umrah namun masih memiliki kendala, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Retali. Ikuti @retaliumrah.id di Instagram untuk informasi lebih lanjut.