Cara Shalat Dalam Keadaan Sakit

Cara Shalat Dalam Keadaan Sakit — Kondisi sakit merupakan hal lumrah yang dapat dialami oleh setiap manusia. Ketika badan dalam kondisi sakit atau tidak fit ini, aktivitas keseharian layaknya bekerja seringkali terhambat dan terganggu.

Dalam HR. Bukhari Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, mengenai rasa sakit yang menimpa seorang muslim. Dimana sabdanya tersebut berbunyi:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa- dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun- daunnya.” —HR. Bukhari.

Shalat Dalam Keadaan Sakit

Lantas, bagaimana dengan shalat? Meskipun dalam kondisi sakit. Selama seorang muslim tersebut masih diberi kewarasan (masih memiliki kesadaran), sudah baligh, bersih dari haidh dan nifas, telah sampainya dakwah, dan selamat panca indera, maka shalat lima waktu itu masih wajib untuk ditegakkan.

Dalil Cara Shalat Dalam Keadaan Sakit

Dalam QS. At Taghabun ayat 19 yang berbunyi 

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At Taghabun: 16).

Dan mengenai dalil tentang shalat dalam keadaan sakit yang terdapat dalam Hadits riwayat Bukhari yang berbunyi.

عَنْ عِمْرَانَ بِنْ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ لِي الْنَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَلِّ قَائِماً، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِداً، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ»، رَوَاهُ الْبُخَارِي.

Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, “Shalatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu, shalatlah dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu, shalatlah dalam keadaan berbaring. Jika tidak mampu, shalatlah dengan isyarat.” (HR. Bukhari)

Jelas sudah, bahwa shalat wajib atau fardhu, masih tetap berlaku hukum yang sama. Selama ia masih memenuhi persyaratan shalat sebagaimana mestinya. Jadi, tidak lagi ada alasan, bahwa sakit menghalangi jalannya ibadah keseharian.

Cara Shalat Dalam Keadaan Sakit

  1. Kondisi pertama adalah shalat sambil berdiri bagi yang mampu, walaupun kondisinya seperti posisi orang yang agak membungkuk atau ia juga dapat memakai tongkat atau bersandar pada tembok.
  1. Keadaan kedua adalah bagi yang tidak lagi mampu berdiri karena menghadapi hambatan atau  kesulitan. Maka, dalam kondisi ini ia dapat menunaikan shalat sambil duduk dan dapat memberi isyarat saat melakukan rukuk dan sujud, keadaan sujud lebih rendah dari rukuk.
  1. Kondisi ketiga adalah ketika seseorang tidak mampu melaksanakan shalat sambil duduk. Maka, shalat dilakukan dengan berbaring ke samping. Wajah lebih Afdhal menghadap kiblat. Jika tidak dapat dihadapkan ke kiblat, maka shalat dalam keadaan apa pun sesuai dengan kesanggupan.
  1. Kondisi keempat adalah shalat sambil telentang, dimana letak punggung di bawah, dan kedua kaki ke arah kiblat. Yang paling afdhal adalah kepala diangkat sedikit agar bisa dihadapkan ke kiblat.
  1. Kondisi kelima adalah jika seseorang tidak mampu berisyarat dengan kepala, maka ia dapat mengucapan yang bisa diucapkan tetap ada.

Itulah dia tata cara shalat dalam keadaan sakit dan serba-serbi pelaksanaannya. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan keridhaannya kepada kita semua. Aamiin ya rabbal Alamin.

Jika Anda berkeinginan menjalankan ibadah umrah, yang juga mempunyai beragam keutamaan. Maka, Anda dapat bergabung bersama Retali, yang akan membantu keberangkatan umrah Anda. Informasi selengkapnya dapat Anda telusuri melalui halaman website Retali.

Ikuti Instagram @retaliumrah.id untuk update kabar terkini seputar haji dan umrah serta wisata halal. Wujudkan impian Anda ke tanah suci bersama Retali, ibadah nyaman sesuai Sunnah dan terjangkau.