Cara Pelaksanaan Umroh Secara Tepat dan Rinci

Pelaksanaan umroh di Baitullah cukup singkat dibandingkan dengan haji karena jika dilihat dari rukunnya saja, tidak mengharuskan wukuf di Arafah. Rukun umroh hanya terdiri dari lima, yaitu Ihram, Tawaf, Sai, Tahalul dan Ketertiban. Rukun-rukun tersebut dijelaskan secara rinci dalam pelaksanaan umroh berikut ini.

Sebelum mengenakan pakaian ihram pada pelaksanaan umroh

  1. Potong kuku, kumis tipis, cukur ketiak dan rambut kemaluan.
  2. Dianjurkan untuk mandi bahkan saat haid dan setelah melahirkan.
  3. Laki-laki harus melepas pakaian yang membentuk lekuk tubuh dan mengenakan pakaian ihram.
  4. Wanita harus melepas pelindung wajah dan tidak memakai sarung tangan.
  5. Setelah mandi, pria disarankan untuk hanya menggunakan parfum di tubuhnya. Meski wanita bisa memakai wewangian yang tidak berbau.
  6. Setelah melakukan semua ini, Anda harus berniat pergi ke Manasik dan mengucapkan: “Labbaik allahumma ‘umroh” (Aku memenuhi panggilan-Mu -ya Allah- untuk menunaikan ibadah umroh).

Ketika Anda mengatakan itu maka Anda sudah berihram, jadi Anda tidak dapat melakukan larangan Ihram. Jika niat dilakukan setelah sholat wajib, maka itu lebih baik. Jika tidak sama dengan waktu shalat wajib, dilakukan shalat sunnah dua rakaat untuk wudhu. Sedangkan shalat Ihram sunnah yang dilakukan oleh sebagian jamaah umroh tidak ada tuntunannya.

Pelaksanaan umroh
Pelaksanaan umroh

Mengenal Miqot Makaniyah pada pelaksanaan umroh

Miqot Makaniyah adalah tempat untuk memulai ihram bagi mereka yang berniat dalam pelaksanaan umroh atau haji. Ada lima lokasi Miqot:

  1. Dzulhulaifah (Bir ‘Ali), miqot penduduk Madinah
  2. Al Juhfah, Miqot dari penduduk Syam,
  3. Qornul Manazil (As Sailul Kabiir), miqot penduduk Najed (sekitar Riyadh),
  4. Yalamlam (As Sa’diyah), Miqot orang Yaman,
  5. Dzatu ‘Irq (Adh Dhoribah), Miqot orang Irak.

Merupakan miqot bagi warga sekitar dan bagi yang melewati miqot tersebut. Diwajibkan bagi siapa saja yang ingin menunaikan ibadah haji atau umroh dengan melewati miqot sambil berniat ihram. Jika seseorang melewati miqot tanpa berniat ihram, maka wajib kembali ke tempat itu dan berniat ihram lagi. Jika tidak, maka baginya menyembelih seekor kambing dan membagikannya kepada fakir miskin di Mekkah.

Baca Juga: Paket Umroh Ritail Umrah Plus City Tour Dubai

Larangan Ihram

  1. Mencukur rambut di seluruh tubuh (seperti rambut kepala, bulu ketiak, rambut kemaluan, kumis dan janggut).
  2. Potong kuku Anda.
  3. Tutupi kepala dan wajah wanita kecuali pria non-Mahrom berjalan di depannya.
  4. Pakaian yang membentuk tubuh.
  5. Penggunaan wewangian.
  6. Perburuan hewan darat yang diperbolehkan untuk dimakan.
  7. Membuat khitbah dan akad nikah.
  8. Jima’ (hubungan intim).
  9. Mencium wanita kecuali kemaluannya.

Yang masih diperbolehkan selama Ihram

  1. Memakai Jam tangan, headphone, cincin, sandal, kacamata, ikat pinggang, tas busur, payung, dasi
  2. Mengubah posisi pakaian ihram
  3. Mencuci pakaian Ihram
  4. Mandi, membersihkan kepala dan badan
  5. Kerontokan rambut yang tidak disengaja

Baca Juga: Tata Cara Umroh dan Doanya, Perlu Diketahui

Talbiyah pada saat pelaksanaan umroh

Talbiyah dimulai ketika ihram sampai waktu memulai thawaf.

Bacaan talbiyah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ.لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ.إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكُ.لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu). Ketika bertalbiyah, laki-laki disunnahkan mengeraskan suara.

Sampai di Makkah Al Mukarramah

Ketika pelaksanaan umroh saat sudah sampai di Makkah, maka disunnahkan untuk mandi, lalu pergi ke Masjidil Haram untuk pelaksanaan umroh tahap manasik. Namun, jika tidak mandi, tidak masalah.

Ketika Anda memasuki Masjidil Haram, membaca do’a masuk ke masjid,

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).

Baca Juga: Tata Cara Umroh Lengkap Seperti Diajarkan Rasulullah SAW

Thawaf Umroh

Pada pelaksanaan umroh, orang tersebut pergi ke Ka’bah untuk melakukan tawaf di sekelilingny. Pria harus melakukan idhtiba ‘dengan membuka bahu kanan dan menempatkan ujung kanan di bawah ketiak, kemudian meletakkan ujung lainnya di bahu kiri.

Setelah itu, Thawaf dilakukan tujuh kali dimulai dengan Hajar Aswad. Jika memungkinkan tetapi tidak terburu-buru, orang yang melakukan thawaf ke arah Hajar Aswad menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” dan menggosoknya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dibelai, lalu cium tangan yang mengelus Hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk membelainya, cukup beri dia tanda dengan tangan Anda, tetapi jangan cium tangan yang membuat tanda itu. Ini terjadi di setiap putaran thawaf.

Saat berjalan mengelilingi Ka’bah, seseorang tidak boleh memukul dan melukai orang lain dengan mendorong-orong satu sama lain, atau meninggikan suara.

Saat Anda mencapai rukun Yamani, gosok dengan tangan Anda jika bisa. Tidak perlu menciumnya dan tidak perlu membelai dia seperti orang awam. Seperti itu menyelisihi tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika tidak mampu mengusapnya, maka hanya melewatinya saja tanpa memberi isyarat, tanpa pula bertakbir.

Disunnahkan antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad untuk membaca do’a,

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Robbanaa aatina fid dunya hasanah wa fil aakhirooti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari adzab neraka).

Melakukan Roml adalah sunnah. Roml berjalan dengan cepat, memperpendek langkahnya agar bahunya berguncang dan tidak melompat. Roml ini dilakukan selama tiga putaran pertama thawaf. Sedangkan sisanya dengan normal.

Thawaf disempurnakan dalam tujuh putaran, dimulai dengan Hajar Aswad dan diakhiri dengan Hajar Aswad.

Kesalahan saat Thawaf

  1. Melakukan thawaf berkali-kali di Hijr Ismail karena meyakini bahwa melakukan tawaf di Ka’bah adalah halal. Meskipun Hijr adalah bagian dari Ka’bah, kita harus melakukan Tawaf di luarnya.
  2. Mengusap semua sudut Ka’bah, terkadang ada yang mengusap dinding dan atap Ka’bah serta pintu Ka’bah dan Maqom Ibrahim. Semua itu tidak boleh karena tidak ada tuntunannya dan tidak pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  3. Berdesakan antara pria dan wanita selama Tawaf, terutama di Hajar Aswad dan Maqom Ibrahim.

Baca Juga: Paket Umroh Ritail Umrah Ruby Reguler

Usai pelaksanaan Thawaf Umroh

  1. Melakukan sebagian thawaf di dalam Hijr Ismail karena berkeyakinan sahnya berthawaf di dalam Ka’bah. Padahal Hijr adalah bagian dari Ka’bah sehingga kita harus melakukan thawaf di luarnya.
  2.  Selesaikan dua rakaat shalat di belakang Maqom Ibrahim jika mudah. Namun jika sulit, shalat di mana saja di Masjidil Haram. Sholat ini termasuk sholat sunnah muakkad (yang sangat ditekankan).
  3. Pada shalat sunnah rakaat pertama setelah membaca Al Fatihah membaca surat Al Kafirun. Sedangkan pada rakaat kedua, dibacakan surat Al-Fatihah lalu surat Al Ikhlas. Jika Anda membaca surat lain, itu masih diperbolehkan.

Setelah selesai Thawaf, pergi ke Bukit Shafa untuk melakukan Sa’i. Insya Allah akan berlanjut di seri terakhir, bi idznillah. Hanya Allah yang memberikan Taufik.