Berapa Jumlah Sholat Sunnah Rawatib? Berikut Ulasannya

Sholat sunnah rawatib merupakan ibadah sunnah yang dapat dikerjakan selain ibadah wajib salat 5 waktu. Sholat ini menjadi salah satu amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW meskipun bepergian jauh.

Sholat sunnah rawatib merupakan salat sunah yang mengiringi salat fardhu, dapat dilakukan sebelum ataupun setelahnya. Berdasarkan waktu pelaksanaannya, sholat ini dibagi menjadi dua yaitu qolbiyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah).

Baca juga: Jumlah Raka’at Shalat Rawatib Sehari Semalam

Apa itu Sholat Sunnah Rawatib?

Sholat sunnah rawatib adalah sholatsunah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu  atau juga dikenal dengan sholat lima waktu. Sholat sunnah rawatib memiliki dua sebutan yang berbeda tergantung dengan waktu dilaksanakannya.

Apabila sholat sunnah rawatib dikerjakan sebelum sholat fardhu maka disebut dengan sholat sunnah Qobliyah. Sedangkan sholat untuk sunnah rawatib yang dikerjakan setelah sholat fardhu disebut dengan sholat sunnah Ba’diyah. Hal ini sesuai dengan sebuah hadis yang membahas tentang pelaksanaan atau waktu sholatrawatib yang berbunyi seperti berikut

“Setiap sunnahrawatib qobliyah waktunya dimulai dari saat masuknya waktu sholat fardhu hingga salat fardhu dikerjakan. Sedangkan sholat rawatib ba’diyah waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut“  (Al-Mughni 2/544)

Baca juga: Mengenal Shalat Sunnah Rawatib dan Tata Cara Pelaksanaannya

sholat sunnah rawatib
sholat sunnah rawatib

Jumlah Raka’at Sholat Sunnah Rawatib

Telah shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau mengerjakan sholat rawatib sehari semalam sebanyak sepuluh raka’at dan selalu beliau rutinkan, yaitu: dua raka’at sebelum Zhuhur, dua raka’at setelah Zhuhur, dua raka’at setelah Maghrib, dua raka’at setelah Isya’ dan dua raka’at sebelum Shubuh, sebagaimana diriwayatakan oleh Bukhari-Muslim dalam kedua kitab shahihnya dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma.

Baca juga: Paket Umrah Retali Ibadah Sesuai Syariat dengan Izin Resmi

Akan tetapi terdapat riwayat dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau tidak pernah meninggalkan sholat empat raka’at sebelum Zhuhur, sebagaimana diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab shahihnya. Maka yang lebih afdhol, hendaklah seorang mukmin dan mukminah mengerjakan sholat empat raka’at sebelum Zhuhur, setelah itu mengerjakan sholat rawatib dua raka’at setelah Zhuhur, sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Aisyah yang telah disebutkan. Sedangkan jika ia mengerjakan sholat rawatib empat raka’at sebelum Zhuhur dan empat raka’at sesudah Zhuhur, itu lebih afdhol lagi. Hal ini berdasarkan riwayat dari Imam Ahmad serta penulis kitab Sunan yang empat dengan sanad yang hasan dari Ummu Habibah. Ia mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa yang menjaga shalat qobliyah Zhuhur sebanyak empat raka’at dan ba’diyah Zhuhur empat raka’at, maka Allah mengharamkan baginya neraka.” Ini sungguh keutamaan yang amat besar.

Macam-macam Sholat Sunnah Rawatib

Inilah macam-macam sholat sunnah rawatib dan hal ini disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang mengerjakan dua belas raka’at shalat sunnah rawatib sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya suatu rumah di surga.” Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim dari Ummu Habibah. Dikeluarkan pula oleh At Tirmidzi dengan sanad yang hasan dan ditambahkan dalam riwayat tersebut shalat sunnah rawatib empat raka’at sebelum Zhuhur, dua raka’at setelah Zhuhur, dua raka’at setelah Maghrib, dua raka’at setelah Isya’, dan dua raka’at sebelum Shubuh.

Baca juga: Umrah, Haji Prioritas & Wisata Halal dengan Harga Bersahabat!

Keutaamaan Sholat Rawatib

Keutamaan sholat rawatib salah satunya adalah dijauhkan dari siksa api neraka. Hal ini dijelaskan oleh Ummu Habibah yang menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang senantiasa menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, niscaya Allah mengharamkan dirinya dari api neraka.” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah).

Sholat rawatib merupakan salat sunah yang senantiasa dikerjakan Rasulullah, bahkan tidak pernah beliau tinggalkan. Kedudukan sholat rawatib begitu istimewa dan utama.