Badal Haji Hukumnya dan Ketentuannya

Menunaikan ibadah Haji untuk orang lain atau diistilahkan dengan badal haji merupakan tindakan yang sangat terpuji. Badal Haji hukumnya sah dan diperbolehkan apabila berbagai ketentuan dalam melaksanakannya terpenuhi.

Untuk menjaga keafdolan ibadah, maka ketentuan tersebut wajib dipenuhi. Hal itu karena dalam sebuah ibadah, umat muslim wajib mengikuti ajaran seperti yang dijelaskan dalam Quran serta hadits. 

Apa itu Badal Haji ? 

Badal Haji adalah istilah yang umumnya digunakan oleh umat Islam yang berarti melaksanakan haji atas nama : 

  • yang telah meninggal sementara tidak melakukannya
  • yang tidak mampu karena sakit atau cacat
  • ingin menawarkan haji sukarela atas nama seseorang.

Abdullah bin ‘Abbas mengatakan bahwa seorang wanita dari Juhaynah datang kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata: 

“Ibuku bersumpah untuk pergi haji, tetapi dia meninggal sebelum dia melakukannya. Bisakah saya menunaikan haji atas namanya?” 

Dia berkata: “Ya, lakukan haji atas namanya. Apakah Anda tidak berpikir jika ibu Anda berutang, Anda akan melunasinya untuknya? Penuhi hutangnya kepada Allah; karena Allah lebih berhak atas apa yang harus dibayar kepadanya.” Al –Bukhari 1754.

Badal haji hukumnya

Hukumnya Badal Haji

Badal haji hukumnya boleh dan sah untuk orang yang telah meninggal dan mempunyai kewajiban berhaji. Sementara untuk mereka yang tidak memiliki kewajiban berhaji, dapat dijelaskan dalam ketentuan badal Haji di bawah ini.

Ketentuan Badal Haji

Beberapa ketentuan dari Badal Haji antara lain :

1. Tidak Sah Untuk yang Mampu Melaksanakan

Dalam kitab Al Mughni 3: 185, Ibnu Qudamah dan Ibnul Mundzir mengatakan bahwa para ulama telah bersepakat untuk tidak memperbolehkan menggantikan haji wajib seseorang yang mampu melaksanakannya.

2. Badal Haji Bukan Diperuntukkan Bagi Mereka yang Tidak Mampu 

Di dalam Fatawa Al Lajnah 11: 52, badal haji juga tak diperuntukkan bagi umat muslim yang tak mampu terutama secara finansial. Suatu contoh jika Anda ingin badal haji untuk salah satu saudara Anda yang tak mampu.

Dari ketentuan tersebut maka Badal haji hukumnya menjadi tidak sah. Hal ini karena umat yang tak mampu tidak mempunyai kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji.

3. Untuk Orang Sakit Kesembuhannya Tidak Dapat Diharapkan

Badal haji hanya diperuntukan bagi orang yang berada dalam kondisi sakit dimana sakitnya tersebut telah tidak bisa diharapkan kesembuhannya. Atau diperuntukan bagi seseorang yang secara fisik tak memiliki kemampuan dan untuk orang yang telah meninggal.

4. Yang Membadalkan Haji adalah Orang yang Telah Berhaji

Seseorang yang ingin membadalkan haji untuk orang lain merupakan seseorang yang telah menunaikan ibadah Haji untuk dirinya sendiri. Apabila belum berhaji, maka haji yang dilaksanakan tersebut akan jatuh pada dirinya.

5. Seorang Wanita Diperbolehkan  Membadalkan Haji Laki-Laki

Sesuai Fatwa Al Lajnah 11: 52, para ulama Lajnah berkata, 

“Membadalkan haji itu dibolehkan jika orang yang membadalkan telah berhaji untuk dirinya sendiri. Begitu pula jika seseorang menyuruh wanita untuk membadalkan haji ibunya, itu boleh. Sama halnya pula jika seorang wanita membadalkan haji untuk wanita atau pria, itu pun boleh. Sebagaimana adanya dalil shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan hal ini.” 

Itulah jawaban singkat untuk pertanyaan apakah Badal Haji hukumnya sah atau tidak. Untuk Anda yang bertanya tentang agen travel umrah terbaik, maka Retali adalah jawabannya. Retali merupakan agen travel umrah dengan ketentuan yang berdasarkan pada Qur’an dan Hadits. Ikuti @retaliumrah.id untuk info lebih lanjut.