Asal Mula Hajar Aswad Batu dari Surga

Dalam Islam terdapat tempat-tempat suci dan peninggalan yang dihormati umat Islam. Salah satu peninggalan yang memiliki rasa hormat dan penghormatan yang sama di antara semua Muslim adalah Hajar Aswad. Nah, Artikel ini akan membahas semua hal yang berkaitan dengan asal Mula Hajar Aswad.

Asal Mula Hajar Aswad/ mekah

Apa Itu Hajar Aswad ?

Hajar Aswad adalah batu hitam yang diukir yang terdapat pada dinding tenggara Ka’bah. Ada beberapa riwayat berbeda yang memberikan penjelasan berbeda pula tentang latar belakang batu dan penempatannya di dinding Kaabah. 

Terlepas dari berbagai narasi yang berbeda, kehormatan dari batu ini tetap bertahan selama ribuan tahun dan memiliki tingkat kesucian yang sama di semua narasi. 

Asal Mula Hajar Aswad 

Dari berbagai riwayat asal Mula Hajar Aswad, yang paling signifikan dan paling otentik adalah kisahnya sebagai batu dari surga yang dipasang di Ka’bah oleh Nabi Ibrahim (AS) dan putranya Nabi Ismail (AS). 

Menurut riwayat, ketika Nabi Ibrahim dan putranya memulai membangun Ka’bah atas perintah Allah SWT sebagai tempat ibadah dan kesucian, mereka menjumpai celah sebesar sebatang batu dalam pembangunan tembok. 

Maka, atas hal tersebut Nabi Ibrahim memerintahkan putranya untuk pergi dan mencari batu untuk menyelesaikan pembangunan tempat suci tersebut. Nabi Ismail pergi mencari batu itu, namun setelah beberapa waktu gagal mendapatkan batu yang cocok. 

Ketika Nabi Ismail kembali, dirinya melihat bahwa sebuah batu telah ditempatkan di ruang kosong. Ia pun bertanya kepada ayahnya tentang batu itu. Nabi Ibrahim menjawab bahwa batu itu dikirimkan kepada-Nya melalui malaikat Jibril. Dari sanalah asal Mula Hajar Aswad.

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW pernah berkata, 

“Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”.

Pentingnya Bagi Umat Islam

Selain fakta bahwa Hajar Aswad adalah batu dari surga, ada banyak hadits Nabi Muhammad SAW yang membuktikan kesucian kehormatan batu ini. Di bawah ini merupakan beberapa hadits Nabi SAW yang menunjukkan pentingnya Hajar Aswad dalam Islam dan bagaimana seorang Muslim harus memahaminya. 

Nabi Muhammad (SAW) mengatakan dalam salah satu hadits-Nya: 

“Demi Allah! Pada Hari Qiyaamah, Allah akan menghadirkan Hajar Aswad sedemikian rupa sehingga memiliki dua mata dan lidah untuk bersaksi tentang Iman semua orang yang menciumnya.” (Tirmidzi) 

Hadits ini merujuk ke arah ciuman Hajar Aswad dan bagaimana hal itu akan bersaksi untuk orang-orang yang telah menciumnya. Oleh karena itu, Hajar Aswad bukanlah batu biasa, melainkan memiliki arti penting yang akan disingkapkan kepada orang yang menciumnya pada hari penghakiman. 

Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Hajar Aswad dan al-Maqam (Ibrahim) adalah dua batu dari permata surga. Seandainya Allah tidak menyembunyikan cahaya mereka, mereka akan menerangi segala sesuatu antara Timur dan Barat.” (Tirmidzi) 

Hadits ini sekali lagi memberikan kesaksian tentang pentingnya Hajar Aswad. Sesuai dengan hadits ini, Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim (AS) merupakan permata Surga yang sebenarnya bersinar terang benderang.

Nah itu dia penjelasan tentang asal mula Hajar Aswad. Jika Anda melaksanakan ibadah haji atau umrah, Anda pasti akan bertemu batu surga tersebut. Untuk segala kebutuhan umrah, pastikan Anda menghubungi Retali yang profesional dan terpercaya. Temukan dan ikuti @retaliumrah.id di Instagram dan dapatkan berbagai info serta penawaran menarik.